UNAIR NEWS – Kelompok BBK 7 Kebondalem dari Universitas Airlangga menjalankan salah satu inovasi di bidang lingkungan bernama Kandang Mas (Kandang Bersih, Manajemen Pemasaran Cerdas) pada hari Sabtu, 18 Januari 2026 dan Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Kebondalem serta di salah satu kandang percontohan milik warga, yaitu milik Pak Son, yang terletak di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi. Program Kandang Mas ditujukan kepada para peternak di Desa Kebondalem sebagai kelompok sasaran utama. Melalui inovasi ini, Kelompok BBK 7 Kebondalem berusaha untuk meningkatkan pemahaman peternak mengenai pentingnya kebersihan kandang sebagai salah satu aspek vital dalam kesehatan hewan ternak. Selain itu, program kerja ini juga mendorong para peternak untuk menerapkan manajemen peternakan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui sanitasi dan disinfektan alami, serta menciptakan branding ternak higienis yang mampu bersaing di pasar digital.
Pada tanggal 18 Januari 2026, Kelompok BBK 7 Kebondalem menyelenggarakan sosialisasi tentang kebersihan kandang yang diikuti dengan demonstrasi pembuatan disinfektan alami berbahan dasar daun sirih. Dalam kegiatan tersebut, kelompok membahas risiko penyakit ternak yang bisa muncul akibat kondisi kandang yang lembab dan kotor. Mereka juga menyampaikan bahwa kandang yang tidak dirawat dengan baik bisa menyebabkan beragam masalah penyakit kulit pada hewan ternak serta mengurangi tingkat produktivitas dan juga penurunan harga jual.

Sebagai langkah lanjutan, pada tanggal 25 Januari 2026, Kelompok BBK 7 Kebondalem melakukan praktik penyemprotan disinfektan alami secara langsung di kandang percontohan milik Pak Son. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan dengan jelas penggunaan disinfektan alami dalam menjaga kebersihan kandang serta meminimalisir bau menyengat dan populasi lalat di area kandang. Mahasiswa dan peternak bersama-sama menyemprotkan disinfektan pada area lantai, dinding kandang, serta peralatan yang digunakan dalam peternakan. Menurut Kelompok BBK 7 Kebondalem, langkah pencegahan melalui sanitasi kandang lebih efisien dan hemat biaya dibandingkan dengan pengobatan hewan yang sudah terkena penyakit.
Dengan adanya inovasi baru ini, peternak bisa melihat secara langsung dampak dari penerapan kebersihan yang baik di kandang. Kelompok BBK 7 Kebondalem menjelaskan bahwa penggunaan disinfektan secara teratur dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit di antara hewan ternak, menjaga kebersihan lingkungan kandang, meningkatkan kenyamanan bagi hewan ternak serta peternak mampu memproduksi disinfektan sendiri sehingga menekan biaya pembelian obat kimia pabrikan. Dengan kondisi kandang yang lebih bersih, diharapkan kesehatan hewan ternak dapat meningkat secara menyeluruh. Program kerja Kandang Mas tidak hanya menyoroti pentingnya kebersihan kandang dan pencegahan penyakit, tetapi, juga menekankan harga jual dalam pemasaran digital ternak guna memperluas jangkauan pasar dan mengakselerasi nilai ekonomi peternak. Selain itu, peternak dapat memiliki data harga pasar yang transparan dari internet, sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada harga yang ditentukan sepihak oleh tengkulak.
Melalui serangkaian kegiatan ini, Kelompok BBK 7 Kebondalem berharap kepada para peternak khususnya di Desa Kebondalem dapat berkolaborasi dan terus menerapkan strategi pencegahan melalui sanitasi kandang. Program kerja ini merupakan salah satu kontribusi dari mahasiswa Universitas Airlangga untuk meningkatkan kualitas peternakan di wilayah tersebut. Ke depan, Kelompok BBK 7 Kebondalem berharap agar program Kandang Mas dapat terus berkembang dan menjadi contoh praktik peternakan bersih bagi warga dan desa lainnya. Program kerja ini juga mencerminkan partisipasi aktif mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa yang berfokus pada kesehatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.





