UNAIR NEWS – Setelah datangi pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi. Tepatnya pada Senin (18/4/2022).
Kunjungan tersebut bertujuan mendorong DPRD mengawasi pemkab dalam melakukan penanganan isu naiknya harga minyak goreng. Termasuk langkanya pertalite dan kenaikan PPN menjadi 11 persen.
Terkait audiensi itu, Presiden BEM SIKIA Yayang Amru mahendra menyebut DPRD sebagai fungsi pengawasan pemerintah harus turut andil sesegera mungkin.
“Sebelumnya kami mengunjungi pemkab dan mendapat respons positif. Sekarang kami mendesak DPRD sebagai fungsi pengawasan untuk bergerak cepat dalam mengawasi isu ini,” tuturnya.
Amru juga menjelaskan pihaknya menyinggung kelangkaan minyak goreng maupun pertalite dari tahapan distributor ke pengecer. Khususnya di wilayah Banyuwangi.
“Kami juga menyoroti alur distribusi yang ada. Karena, kelangkaan ini terjadi dalam tahapan distributor ke pengecer yang notabenenya ada di kawasan daerah,” katanya.

Aditya Pratama (Sekjen BEM SIKIA), Azhar Burhanuddin (Staf SOSPOL BEM SIKIA), I Made Cahyana Negara (Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi), Alta Safina Azzahra (Staf KASTRAT BEM SIKIA), Yayang Amru Mahendra (Presiden BEM KM SIKIA)
(Sumber: BEM SIKIA)
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi I Made Cahyana Negara SE menyambut baik kedatangan perwakilan mahasiswa SIKIA tersebut di ruang kerjanya. Pihaknya menyebut akan mengecek dan menghadirkan stakeholder terkait terlebih dahulu.
“Kita tidak bisa berasumsi. Karena, kita harus memiliki data dan fakta. Beberapa hari lagi kita akan mengundang Pertamina,” ujarnya.
“Dari penjelasan tersebut (Pertamina, Red) kita dapat mengetahui alur distribusinya dan menemukan pokok permasalahannya,” tambahnya.
Selain itu, Made mengaku akan mengajak seluruh elemen mahasiswa di Kabupaten Banyuwangi dalam merespons isu daerah. Komunikasi dan kolaborasi banyak pihak sangat dibutuhkan dalam menangani beragam problem di masyarakat.
“Ayo kawal bareng-bareng. Ke depan kita bisa rapat bersama mahasiswa dengan stakeholder. Karena ini merupakan isu sensitif,” katanya.
Penulis: azhar burhanuddin
Editor: Feri Fenoria
Baca juga:
SIKIA Banyuwangi Tingkatkan Rasa Syukur dengan Gelar Silaturahmi
Bahas Minyak Goreng dan Pertalite di Banyuwangi, BEM KM SIKIA Temui Pemkab
Perdana Usai Ganti Nama, SIKIA Banyuwangi Yudisium 14 Mahasiswa
Garuda Sakti SIKIA Banyuwangi Fasilitasi Kreatifitas Mahasiswa dan Inovasi pada Mawapres 2022





