UNAIR NEWS – Berbagi ilmu dan membangun mimpi. Begitulah yang dirasakan tim reporter UNAIR NEWS saat mengisi kelas jurnalistik kepada anak-anak yang tinggal di bantaran sungai di daerah Jagir, Surabaya. Bertempat di balai yang sederhana, puluhan anak begitu antusias mengikuti kelas jurnalistik yang dilangsungkan pada Sabtu (20/1).
Nuri Hermawan salah saorang reporter UNAIR NEWS menyatakan bahwa pihaknya datang di lokasi tersebut atas informasi dan ajakan dari tim Urban Care. Selain itu, rasa ingin berbagi ilmu dan pengalaman kepada anak-anak di pinggiran kali Jagir turut menjadi alasan tersendiri.
“Kami mendapat informasi dari rekan-rekan Urban Care. Dari situ, kami diberi jadwal untuk memberikan materi seputar dunia jurnalistik,” paparnya.
Dalam kelas jurnalistik itu, Nuri dan tim memberikan materi seputar media dan wawasan tentang dunia menjadi wartawan. Terutama merangsang anak-anak untuk berani bercerita soal apa pun. Selain memberikan paparan tentang berbagai nama media dan cara kerjanya, UNAIR NEWS mengajari anak-anak untuk melakukan praktik wawancara.
“Kebanyakan mereka mengenal berbagai macam media sosial dan nama-nama stasiun televisi. Tapi, saat kami tanya nama surat kabar, anak-anak sangat sedikit yang bisa menyebutkannya,” terangnya. “Ini salah satu indikasi bahwa budaya membaca memang menjadi masalah bagi kita semua,” imbuhnya.
Bukan hanya itu, yang paling seru, tambah Feri Fenoria yang juga reporter UNAIR NEWS, adalah saat anak-anak bergaya menjadi wartawan dan narasumber. Meski susunan pertanyaan dan temanya masih ditentukan, anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut begitu menikmati hal itu.
“Jadi sengaja kami ajak mereka untuk menjadi wartawan yang lengkap dengan alat-alat untuk peliputan,” papar Feri.
Mengenai kehadiran tim reporter UNAIR NEWS, Wachidatul Qomariah salah seorang relawan sekaligus penggagas berdirinya Urban Care mengungkapkan, dirinya memang kerap menerima kedatangan relawan untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
“Kebanyakan mereka (relawan, Red) pada awal-awal agak canggung,” ungkap perempuan yang akrab disapa Icha tersebut.
“Anak-anak di sini memang luar biasa. Perhatian dan kesabaran yang ekstra memang diperlukan untuk mendidik mereka,” imbuhnya. (*)
Penulis: Binti Quryatul M
Editor: Feri Fenoria R





