Universitas Airlangga Official Website

Kelola Limbah, Mahasiswa BBK 7 Racikulon Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Hias

Kegiatan Demonstrasi Olahan Minyak Jelantah menjadi Lilin Hias di Balai Desa Racikulon (Foto: Dok. Tim)

UNAIR NEWS – Melihat minimnya pemanfaatan limbah minyak goreng bekas di lingkungan rumah tangga, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga Desa Racikulon melaksanakan program kerja “Waste to Worth”, yaitu pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin hias. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga melalui inovasi sederhana yang mudah diterapkan dan memiliki nilai guna.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (12/1/2026) bertempat di Balai Desa Racikulon dengan sasaran utama ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Racikulon. Melalui metode praktik langsung, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan, tetapi juga diajak mengolah limbah tersebut menjadi produk lilin hias yang bernilai estetika dan fungsional.

Penanggung jawab program kerja, Marsha Bintang Pertiwi, mahasiswi Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) menjelaskan bahwa program ini dirancang agar mudah dipahami dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa minyak jelantah tidak selalu menjadi limbah yang harus dibuang. Dengan proses yang sederhana dan bahan yang mudah diperoleh, minyak jelantah dapat diolah menjadi lilin hias yang bermanfaat,” ujar mahasiswa program studi Teknik Industri Angkatan 2023 tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa BBK mendampingi peserta mulai dari tahap persiapan bahan, proses pemanasan minyak, pencampuran asam stearin dan minyak esensial hingga tahap pencetakan lilin. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap tahapan praktik dan keinginan untuk mencoba kembali proses pembuatan lilin secara mandiri di rumah. Salah satu anggota PKK Desa Racikulon mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi peserta. “Selama ini minyak bekas langsung kami buang. Ternyata bisa dimanfaatkan kembali dan hasilnya juga bagus,” tuturnya.

Mahasiswa BBK 7 Berfoto Bersama Ibu-ibu PKK Desa Racikulon (Foto: Dok. Tim)

Program Waste to Worth ini mendukung Sustainable Development Goals (SDG) 9, yaitu Industry, Innovation, and Infrastructure dengan mendorong inovasi sederhana berbasis rumah tangga serta pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Racikulon semakin kreatif dalam mengelola limbah rumah tangga serta memiliki kesadaran akan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Marsha Bintang Pertiwi