UNAIR NEWS – Devan Ahmad Henofernanda dan Raynar Ahmad Henofaryal. siswa kembar dari SMA Negeri 5 Surabaya berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di UNAIR. Uniknya, keduanya berhasil lolos di program studi yang berbeda. Raynar diterima di Akuntansi sedangkan Devan di Kedokteran.
Minat keduanya telah tumbuh sejak kecil. Raynar berminat mengikuti jejak sang ibu dalam bisnis bidang properti. Sementara itu, Devan terinspirasi dari sang ayah sebagai dokter. “Sejak kecil, saya sudah sering mengikuti papa visit pasien,” ungkap Devan. Oleh karena itu, ketika menentukan jurusan SNBP keduanya sudah memiliki pilihan dan hanya mendiskusikan kepada orang tua.
Kompetisi Ajang Tempa Diri
Untuk mempersiapkan jalur SNBP, keduanya telah mempersiapkan diri dengan mengikuti kompetisi nasional dan internasional. Devan meraih Gold Medal lomba penelitian di Macau, Gold Medal di Indonesia Inventors Day di Bali, dan Silver Medal Technology Expo di Malaysia. Sementara itu, Raynar meraih Silver Medal, ISIF Tahun 2024 di Bali dan Juara 1 kategori Underwater Robotics, yang diapresiasi oleh Gubernur Jawa Timur. Minat dalam bidang robotika dan teknologi telah tumbuh sejak SD, hingga mengantarkan prestasi pada kancah internasional di Amerika Serikat.
Keuntungan menjadi saudara kembar ikut berdampak pula. Menurut mereka, seringkali berdiskusi dan bertukar ide untuk suatu kompetisi. Meskipun sering berbeda pendapat, keduanya tetap menyelesaikan dengan tenang. Akan tetapi, upaya yang diusahakan tidak selalu mulus. Beberapa kali mereka harus menerima hasil lomba yang tidak sesuai harapan. “Tantangan paling besar yang memukul kami itu sebenarnya hasil yang tidak sesuai harapan kita”, ujar Raynar.
Ikhtiar Jalur Langit
Selain fokus ke prestasi, Kedua mengusahakan pula dalam jalur doa. Mereka mengatakan bahwa mengusahakan jalur doa. Pada hari pengumuman SNBP, kedua menyempatkan untuk sholat dan berdoa bersama kedua orang tua hingga menciptakan momen haru karena keduanya berhasil lolos. “Alhamdulillah, keduanya berhasil. Kami sekeluarga menangis bahagia,” kenang Devan dan Raynar.
Sebagai sesama pejuang UNAIR, Raynar dan Devan memberi semangat kepada teman-teman calon mahasiswa baru karena masih ada jalan yang lebih baik. “Semoga kalian mendapatkan jalan yang lebih baik dan cita-cita kalian terwujud apapun itu,” ucap Mereka. Kepada UNAIR, Mereka berharap dapat terus berkembang hingga menjadi PTN terbaik di Indonesia.
Penulis: Yongki Eka Cahya
Penyunting: Ragil Kukuh Imanto





