UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) menawarkan Program Studi (Prodi) S-1 Rekayasa Nanoteknologi yang tergolong baru di Indonesia. Prodi yang berdiri tahun 2020 ini berada di bawah naungan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), Kampus MERR-C, UNAIR. Fokus pembelajaran prodi ini menitikberatkan pada pengembangan nanoteknologi dalam berbagai bidang, seperti kesehatan, industri, dan lingkungan.
Mahasiswa nanoteknologi akan belajar terkait disiplin ilmu fundamental, seperti kimia, fisika, biologi, serta keteknikan. Selain itu, mereka juga mempelajari metode fabrikasi nanomaterial dan penerapannya dalam sektor industri. Rancangan kurikulum yang komprehensif, memungkinkan mahasiswa untuk berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, dan mengembangkan kemampuan problem-solving yang sangat bermanfaat di dunia kerja.
Pembelajaran
Dengan visi menjadi program studi unggul dan terdepan, prodi ini berkomitmen untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam pengembangan ilmu nanoteknologi medis, energi dan lingkungan, industri, serta komputasi. Untuk mewujudkan visi tersebut, prodi ini menyelenggarakan pendidikan yang profesional dan berkualitas, mengembangkan penelitian laboratorium bidang nanoteknologi, melaksanakan pengabdian masyarakat, serta menjalin kerja sama dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri.
Lebih lanjut, Prodi ini juga membekali mahasiswa dasar-dasar nanoteknologi, mencakup struktur material serta rekayasanya melalui pendekatan eksperimen dan komputasi. Selain itu, mempelajari pula prinsip dasar, metode, serta teknik sintesis dan karakterisasi nanomaterial, termasuk kinetika dan termodinamika reaksi. Secara keseluruhan, mahasiswa akan mendapatkan pemahaman tentang karakteristik fisis dan kimiawi zat padat dari berbagai dimensi, mulai dari struktur 3D, 2D, 1D, hingga 0D, serta ilmu spektroskopi yang menjadi dasar teknik karakterisasi nanomaterial.
Prospek Karier Lulusan
Gelar yang akan mahasiswa peroleh selepas menempuh prodi S-1 Rekayasa Nanoteknologi UNAIR adalah Sarjana Teknik (ST). Lulusan ini juga akan berpeluang memiliki prospek karier luas dan menjanjikan di berbagai sektor, seperti menjadi peneliti di laboratorium atau bagian penelitian dan pengembangan (R&D) di institusi maupun perusahaan.
Selain berkarier di dunia penelitian, lulusan Rekayasa Nanoteknologi tak menutup kemungkinan dapat berkarier sebagai entrepreneur yang membuka bisnis di bidang teknologi nanomaterial. Sementara itu, bagi yang tertarik dengan dunia akademik, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti magister dan doktoral, menjadi pilihan yang sangat terbuka. Dengan memperdalam ilmu nanoteknologi, lulusan dapat berkontribusi lebih besar dalam pengembangan riset serta inovasi teknologi masa depan.
Kemudian, lulusan dapat pula bekerja sebagai tenaga ahli, manajer, atau supervisor di berbagai perusahaan, terutama yang bergerak dalam bidang nanoteknologi, seperti bidang kosmetik, medis, pangan, serta elektronik dan komputasi. Pilihan karier lainnya adalah menjadi konsultan yang menggunakan keahlian nanoteknologi untuk membantu berbagai industri dalam pengembangan produk dan inovasi berbasis material nano.
Meski tergolong prodi langka di Indonesia, Rekayasa Nanoteknologi UNAIR mampu menyediakan pembelajaran berbasis praktik agar mahasiswa siap menghadapi pesatnya perkembangan teknologi nano di berbagai industri. Prodi ini menjadi pilihan tepat bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan ilmu dan inovasi teknologi untuk masa depan.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Edwin Fatahuddin Ariyadi Putra





