UNAIR NEWS – Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut adanya pengenalan sejak dini agar anak-anak tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memahami cara kerja teknologi di sekitarnya. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga melaksanakan program edukasi bertajuk E-ROKIDS (Electronic Robot for Kids)di Desa Lawanganagung.
Program E-ROKIDS merupakan kegiatan pengenalan robotika dasar bagi siswa sekolah dasar yang dilaksanakan di MI Ulwiyah Sidowayah dan SDN Lawanganagung pada Sabtu (17/01/2026). Melalui media robot mobil remote control (RC car) yang dirakit dan diprogram secara mandiri, kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran teknologi yang sederhana, aplikatif, dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Edukasi Robotika dengan Pendekatan Kontekstual dan Praktik
Dalam Pelaksanaannya, E-ROKIDS memadukan pemaparan materi dan praktik langsung dalam satu rangkaian kegiatan. Materi disampaikan melalui poster edukatif yang menjelaskan komponen utama robot RC car, seperti Arduino Uno, modul Bluetooth HC-06, driver motor L298N, motor DC, baterai, serta aplikasi Android, dengan bahasa yang sederhana. Untuk mempermudah pemahaman, setiap komponen dianalogikan dengan sistem tubuh manusia, di mana mikrokontroler sebagai otak, baterai sebagai sumber energi, motor sebagai otot penggerak, dan aplikasi Android sebagai tangan pemberi instruksi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi robot RC car dan praktik langsung oleh siswa menggunakan ponsel Android secara bergantian. Pendekatan ini mendorong keaktifan siswa serta membantu mereka memahami hubungan sebab-akibat dalam sistem kerja robot secara lebih mudah dan menyenangkan.
Respons dan Dampak Program E-ROKIDS
Pelaksanaan program E-ROKIDS mendapat respons positif dari orang tua dan warga desa yang mengetahui berlangsungnya kegiatan. Mereka menilai bahwa pengenalan teknologi sejak dini sangat dibutuhkan, khususnya di lingkungan pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses pembelajaran teknologi. Salah satu warga desa menyampaikan, “Di desa ini sudah mulai banyak peminat mengenai bidang robotika, namun fasilitatornya belum ada.” Pernyataan tersebut mencerminkan adanya kebutuhan akan pendampingan dan edukasi teknologi yang lebih terarah bagi anak-anak.
Selain mendapatkan dukungan dari warga, program ini juga menunjukkan dampak positif bagi siswa. Antusiasme dan rasa ingin tahu yang tinggi terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat siswa terlibat langsung dalam praktik pengendalian robot. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik langsung dinilai mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar teknologi dan sistem kerja robot.
Program E-ROKIDS mendukung SDGs 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan literasi teknologi sejak dini, serta sejalan dengan SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pengenalan inovasi teknologi sederhana kepada siswa sekolah dasar. Diharapkan program ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan edukasi robotika yang berkelanjutan dan lebih terfasilitasi di lingkungan desa.
Penulis : Mahasiswa BBK 7 UNAIR





