UNAIR NEWS – Kembangkan sustainable curriculum, Airlangga Global Engagement (AGE) bekerjasama dengan PRME (Principal of Responsible Management Education), organisasi pendidikan besutan PBB, menggelar sertifikasi pengajaran berbasis PRME. Kegiatan itu diawali dengan pengenalan PRME pada Rabu, (1/10/25) di Ruang Dayak, ASEEC Kampus Dharmahusada-B UNAIR.
Sertifikasi yang diikuti oleh para dosen muda UNAIR tersebut mencakup penyampaian materi sekaligus praktik, dengan metode pembelajaran luring dan daring. Dr. Priya Sharma selaku Advisor for PRME Chapter ASEAN+ menegaskan bahwa penerapan PRME dalam proses pembelajaran perlu berfokus pada penetapan tujuan, peningkatan metode mengajar, serta pencapaian sertifikasi di bidang pengajaran.
“Pembelajaran masa kini harus menekankan aspek perkembangan holistik, emosional, dan sosial mahasiswa, dengan harapan ilmu yang diperoleh dapat mereka terapkan untuk menjawab berbagai persoalan sosial,” ungkapnya.
Pekerjaan Mendatang
Dr Priya mengajak peserta untuk menuliskan pekerjaan di masa mendatang berdasarkan bulan lahir, tanggal lahir, dan warna kesukaan. Selanjutnya peserta melakukan pencocokan dengan blanko yang sudah disiapkan oleh Dr Priya dan menghubungkannya dengan skill dan pekerjaan yang dilakukan saat ini.
“Setelah melihat peran di masa mendatang, kita perlu melihat koneksi apa yang didapat dengan apa yang kita lakukan saat ini. Hal ini penting untuk melihat skill yang akan berguna dalam pekerjaan, dan melihat potensi yang ada pada diri kita dan juga mahasiswa,” ungkapnya.
Dr Priya menyebutkan bahwa kedepannya dosen perlu melihat potensi yang harus disiapkan oleh mahasiswa dalam meniti karir kedepannya. Dengan demikian, pengembangan karier mahasiswa akan lebih terarah serta meningkatkan pengembangan holistik, emosional, dan sosial mahasiswa.
“Pengajar harus membuat proses belajar menjadi interaktif dan memberikan insight yang baik agar mahasiswa bisa merefleksikan dirinya. Selanjutnya dosen harus bisa membawa isu yang relevan pada masyarakat dan dapat diimplementasikan mahasiswa sehingga, pembelajaran bukan hanya sekedar teori namun juga implementasi langsung pada masalah yang nyata,” ungkapnya.
Harapan bagi Mahasiswa
Dr Priya menambahkan bahwa dalam mengajar, dosen tidak hanya memberikan materi, namun juga meningkatkan skill mahasiswa. Skill penting seperti berpikir kritis, problem solving, berpikir kreatif, dan mampu berkolaborasi menjadi krusial di masa sekarang dengan persaingan dunia kerja yang ketat dan pilihan karir yang beragam.
“Kami ingin mahasiswa menjadi holistik dan mengembangkan empati. Dengan PRME harapannya mahasiswa dapat lebih membuka diri terhadap perubahan dan menjadikan mahasiswa untuk lebih berempati dan dapat berpikir lebih kritis. Selain itu, pendekatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dosen dalam mengajar,” pungkasnya.
Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi
Editor: Khefti Al Mawalia





