n

Universitas Airlangga Official Website

Kesaktian Pancasila Terbukti Menyatukan Bangsa

pancasila
Rektor UNAIR Prof Nasih menyalami peserta usai upacara peringatan kesaktian Pancasila, Senin (2/10). (Foto: Helmy Rafsanjani)

UNAIR NEWS – Menjadi negara yang majemuk dengan beragam suku, agama, ras, dan golongan merupakan kodrat bagi bangsa Indonesia. Melalui Pancasila yang menjadi ideologi bangsa sejak bangsa ini berdiri, Pancasila telah terbukti mampu untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah berbagai tantangan serta ancaman.

Hari Kesaktian Pancasila yang selalu diperingati setiap tanggal 1 Oktober, menjadi momen untuk kembali menguatkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Ditemui usai melalukan pengambilan video di danau Kampus C UNAIR, Rektor UNAIR Prof. Nasih mengatakan, Pancasila sudah terbukti nyata menyatukan keberagaman yang ada di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia.

Nasih juga menambahkan, dengan keberagaman yang disatukan melalu Pancasila, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh elemen bangsa untuk memegang teguh nilai-nilai yang ada pada Pancasila itu sendiri.

“Pancasila itu sudah terbukti menyatukan kita semua. Oleh karena itu, kita semua ingin nilai-nilai pada Pancasila itu dipegang teguh dan diamalkan, baik mahasiswa maupun semua civitas,” jelasnya.  “Kalau itu tidak dipegang teguh, Indonesia bisa terpecah-pecah. Itu yang tidak kita inginkan,” tegas Nasih.

Selanjutnya, Nasih kembali menegaskan bahwa nilai utama dari Pancasila terletak pada persatuan dan kesatuan. Baginya, persatuan akan bisa tercipta dengan baik jika keadilan sosial bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Karena menurut hemat kami bahwa keadilan ini yang akan lebih menyatukan dan membuat kesatuan bangsa,” tandas Nasih.

Untuk merayakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, UNAIR menggelar upacara yang diikuti oleh seluruh pimpinan dan tenaga kependidikan di lingkungan UNAIR serta mahasiswa pada Senin (2/10). Upacara tersebut dilangsungkan di halaman Kantor Manajemen UNAIR dengan khidmat. (*)

Penulis : Nuri Hermawan

Editor : Binti Q. Masruroh