UNAIR NEWS – Terus tingkatkan kualitas pendidikan tinggi di Kampus Timur Jawa Dwipa. Program Studi Kesehatan Masyarakat Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi telah meraih hasil akreditasi Unggul. Hasil tersebut merupakan proses akhir dari Re-akreditasi pada 2023 oleh lembaga LAM PT-KES.
Koordinator Program Studi Kesehatan Masyarakat SIKIA Dr Mohammad Zainal Fatah Drs MS MKes mengungkapkan proses re-akreditasi tetap melewati sejumlah tantangan. Itu menjadi dinamika kehidupan kampus. Khususnya untuk civitas akademika Prodi Kesehatan Masyarakat SIKIA.
“Alhamdulillah Prodi Kesmas SIKIA bisa melewati tantangan dengan baik,” ujar Dr Zainal.
Terdapat tantangan akreditasi dari Internal dan Eksternal. Tantangan internal mulai kelengkapan borang-borang atau dokumen akademik dalam proses pelaksanaan pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Selain itu, manajemen prodi berfokus menjaga kondusivitas, harmonisasi SDM. Pedoman penting, segala proses akademik berdasar aturan dan berlaku di prodi. Acuan Prodi mengikuti aturan Universitas Airlangga.
Sedangkan domain eksternal selalu menjalin kerja sama yang baik, utamanya dengan mitra (stakeholder). Institusi mitra merupakan wadah proses pendidikan di luar kampus seperti (praktikum, magang, PKL) Belajar Bersama dengan Masyarakat
“Jadi, komponen internal dan eksternal tersebut merupakan tantangan yang harus mendapat perlakukan baik dan di manajemen secara optimal,” ujarnya.

Makna Akreditasi Unggul
Koordinator Program Studi KESMAS SIKIA itu mengatakan prodi harus melaksanakan amanah sesuai yang melekat dengan kaidah predikat unggul. Unggul merupakan legalitas dari LAM-PTKes ke Prodi Kesehatan Masyarakat SIKIA dalam mengelola proses pendidikan. Tentu segala proses pengelolaan mendapat penguat berupa bukti fisik dokumen atau borang. Jadi perlu ada upaya konsistensi yang mendalam
“Harus konsisten melaksanakan proses pendidikan akademik berdasar aturan dan perundang-undangan yang berlaku di Universitas Airlangga,” ujar Dr Zainal.
Pengembangan Program Studi
Prodi Kesehatan Masyarakat sebagai ranah preventif dan promotif tetap memberikan kajian terbaiknya. Baik secara teoritis dalam pembelajaran di kampus maupun secara praktis dalam mengimplementasikan ilmunya di luar kampus maupun masyarakat. Khususnya sebagai kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan masyarakat.
Pengembangan dosen prodi Kesmas ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (S3) merupakan acuan yang sudah ditindak lanjut. Prodi sudah berproses mulai tahun yang lalu. “Pengembngan Prodi S2/Magister Kesehatan Masyarakat sebagai wacana Prodi merupakan kajian dengan memperhatikan berbagai infrastruktur,” tuturnya.
Prodi Kesmas sebagai pengelola pendidikan akademik di tingkat Prodi, tetap konsisten melaksanakan proses pendidikan akademik (mengacu pada pedoman dan peraturan dari UNAIR). Prodi Kesmas jangan sampai menyimpang dari acuan, ketentuan, dan aturan yang berlaku.
“Unggul tentunya tetap dipertahankan. Kalau infrastruktur sudah memenuhi Insya Allah, Prodi KESMAS SIKIA ingin melaksanakan akreditasi tingkat Internasional,” harapnya.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Feri Fenoria
Baca juga:
Akreditasi Unggul Kembali Diraih Program Magister UNAIR
Prodi Magister Keperawatan Terakreditasi Unggul oleh LAMPT-Kes





