Universitas Airlangga Official Website

Keseruan Mahasiswa FIB UNAIR Ikut Program Pertukaran Mahasiswa di FIB UGM

Muhammad Yusuf Zaidan (kanan) bersama mahasiswa UGM (kiri). (Sumber: Zaidan)
Muhammad Yusuf Zaidan (kanan) bersama mahasiswa UGM (kiri). (Sumber: Zaidan)

UNAIR NEWS – Mahasiswa FIB UNAIR, Muhammad Yusuf Zaidan, membagikan pengalamannya selama mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Konsorsium Dekan Fakultas Ilmu Budaya Se-Indonesia. FIB UGM menjadi pilihan Zaidan dalam mengikuti program PMM tersebut. Mahasiswa Prodi Ilmu Sejarah FIB UNAIR itu memperoleh informasi program tersebut dari asal program studinya.

Program Studi Pilihan

Terkait pemilihan program studi, Zaidan dapat memilih semua program studi yang terdapat di FIB UGM. Dia bebas memilih mata kuliah yang terdapat di semua program studi FIB UGM tanpa ketentuan.

“Program studi yang tak ambil jelas, karena ini pertukaran mahasiswa FIB, ya seputar FIB aja yang diperbolehkan. Untuk jurusannya bebas, gak ada ketentuan, pokoknya semua jurusan FIB dapat diambil,” jelas Zaidan.

Karena Zaidan memiliki latar belakang Ilmu Sejarah, dia memilih program studi sasaran pertukaran yang masih linier dengan program studi asalnya. Tidak semua mata kuliah di Prodi Ilmu Sejarah FIB UGM dia ambil karena Zaidan telah mengambil beberapa mata kuliah serupa pada semester terdahulu selama di FIB UNAIR.

Zaidan mengambil mata kuliah Migrasi dan Diaspora, Perkembangan Linguistik, dan Pariwisata Religi. Menurutnya, semua mata kuliah tersebut memiliki relevansi dengan materi yang terdapat di Prodi Ilmu Sejarah FIB UNAIR. Sisanya, Zaidan mengambil mata kuliah ilmu sejarah lainnya, seperti Sejarah Pedesaan, Sejarah Kontemporer, dan Sejarah Australia.

Pengalaman Ser di FIB UGM

Mahasiswa UNAIR ini menceritakan keseruannya selama berkuliah di UGM sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia. Dari segi akademik, dia banyak bertemu dengan mahasiswa yang aktif berdiskusi. Bahkan, ketika dosen telah memberikan tugas, mereka langsung mendiskusikannya tanpa perlu mendekati deadline pengumpulan tugas.

Dari segi lingkungan sosial, dia mengatakan bahwa mahasiswa sangat suportif. Banyak latar belakang etnis yang berkuliah di UGM dan mereka semua saling menerima dan terbuka.

Salah satu hal unik lainnya selama berkuliah di FIB UGM adalah kebebasan berkreasi. Hal itu Zaidan dapatkan ketika dosennya tidak memberikan ujian model tulis, melainkan ujiannya dapat berupa model lain. Menurutnya, UGM telah menerapkan prinsip Kampus Merdeka.

“Mereka membebaskan, mau pakai poster, video, infografis, terserah yang penting masih linier dengan beberapa mata kuliah itu, itu serunya, jadi kita bisa berkreasi,” jelas Zaidan.

Selain itu, Zaidan berharap agar mahasiswa FIB UNAIR dapat mengikuti program ini lebih banyak dari angkatan pertamanya ini. Dia juga memberikan informasi keuntungan bagi mahasiswa yang memilih UGM sebagai pilihan perguruan tinggi PMM.

“Kalau kamu ikut ini (PMM, red), jelas S2 kamu di UGM jauh lebih mudah karena kamu udah pernah di sini. Entah kemudahan pendaftaran atau ujiannya saya kurang paham,” jelasnya.

Tips Ikuti Program

Zaidan berpesan kepada mahasiswa lainnya agar segera mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan pada saat pendaftaran program MBKM. Selain itu, mahasiswa seharusnya tidak terlalu banyak menunggu informasi yang berdatangan.

“Intinya kalau ingin ikut ini (program MBKM, red.), kita harus ‘jemput bola’, jangan diam saja menunggu informasi datang sendiri,” ujar Zaidan. (*)

Penulis: Muhammad Fachrizal Hamdani

Editor: Binti Q. Masruroh