Universitas Airlangga Official Website

Ketahui Asupan Nutrisi Ideal Bagi Ibu Hamil

dr Nareswari Imanadha Cininta Marcianora SpOG pada Pre-Event UTERUS yang diselenggarakan oleh FK UNAIR, Minggu (19/9/2022).

UNAIR NEWS – Nutrisi memiliki peranan yang sangat penting pada masa kehamilan. Kondisi undernutrition (kekurangan nutrisi) pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan-gangguan seperti pada pertumbuhan janin dan pada saat persalinan, utamanya berkaitan dengan kontraksi yang berkontribusi terhadap angka kematian ibu dan janin.

Hal ini sebagaimana disampaikan dr Nareswari Imanadha Cininta Marcianora SpOG pada gelaran Pre-Event UTERUS (Update on Obstetric and Gynecology Practice in Primariy Care Settings), Minggu (19/9/2022). Pada acara yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran UNAIR itu, dr Cininta menyatakan bahwa pada kondisi normal, total kalori yang dibutuhkan seorang ibu hamil sebesar 77.000 kcal.

“Pada trimester satu, butuh tambahan kalori 85 kcal per hari. Kemudian, pada trimester dua sampai awal trimester tiga butuh tambahan 284 kcal per hari,” tutur dr Cininta.

Angka-angka ini akan terus naik seiring bertambahnya usia kehamilan di mana pada trimester tiga kehamilan seorang ibu hamil membutuhkan tambahan 475 kcal dalam satu hari.

Tambahan-tambahan kalori ini berguna untuk mempersiapkan ibu hamil menghadapi masa kelahiran, nifas, menyusui, dan mengembalikan kondisi tubuh seperti sebelum masa kehamilan. Lalu, bagaimana asupan nutrisi yang ideal bagi seorang ibu hamil?

Dokter spesialis obgyn di RS Dr Soetomo ini menekankan pentingnya menjaga asupan makronutrien sebagai sumber energi, mikronutrien, dan cairan selama masa kehamilan.

Sumber Energi Ibu Hamil

“Sumber utama energi pada ibu hamil itu utamanya memang dari protein dan lemak. Ini dibutuhkan utamanya untuk perkembangan janin, pertumbuhan rahim dan plasenta, serta untuk persiapan kelahiran dan menyusui,” ungkap dr Cininta.

Mikronutrien, lanjut dr Cininta, dapat diperoleh dari asam folat, vitamin B12 (protein hewani), vitamin C, dan yang tidak kalah penting adalah kalsium. “Selain untuk maternal dan pencegahan osteoporosis, dia (kalsium, Red) juga dibutuhkan untuk pembentukan dan mineralisasi tulang dan gigi pada bayi serta persiapan untuk ASI,” paparnya.

Nutrisi-nutrisi ini sangat penting untuk dipenuhi selama masa kehamilan guna menghindari kondisi undernutrition. Pasalnya, masih banyak kasus kekurangan nutrisi (undernutrition) pada ibu hamil di berbagai belahan dunia. Regional Asia Tenggara sendiri mencatatkan angka maternal undernutrition sekitar 10 persen di mana rerata global berada pada kisaran 10-20 persen.

“Cara paling mudah mengetahui kondisi undernutrition pada ibu hamil yakni dengan mengecek angka anemia pada seluruh populasi ibu hamil di suatu negara,” ujar dr Cininta. WHO (World Health Organization) merekomendasikan angka anemia pada ibu hamil maksimal sebesar 20 persen dari seluruh populasi ibu hamil pada suatu negara.

Indonesia mencatatkan angka anemia yang cukup tinggi pada ibu hamil. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, angka anemia pada ibu hamil di Indonesia kurang lebih sebesar 37 persen. (*)

Penulis: Agnes Ikandani

Editor: Binti Q. Masruroh