UNAIR NEWS— Perjuangan panjang berbuah manis bagi Ayumi Naiya Wirano, mahasiswi Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang, yang berhasil meraih Juara 2 Tanding Kelas C (55–60 kg) Putri Tingkat Dewasa pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Probolinggo Championship Tahun 2025.
Perjalanan Ayumi menuju kejuaraan ini tidaklah mudah. Pada awalnya, ia tidak mengetahui akan diikutsertakan dalam kategori tanding. Ia hanya diminta untuk menyebutkan berat badannya tanpa diberi penjelasan lebih lanjut. Namun, beberapa waktu kemudian, Ayumi dipanggil kembali dan diminta mengikuti latihan intensif.
“Hari pertama latihan saya cukup terkejut karena programnya cukup berat. Mungkin karena sudah lama tidak berolahraga, jadi cepat lelah. Namun, lama-kelamaan saya mulai terbiasa dan fisik saya menjadi lebih kuat,” ungkap Ayumi.
Tantangan di Padatnya Aktivitas
Di tengah padatnya kegiatan akademik dan organisasi, Ayumi tetap berkomitmen menjalani latihan. Bulan September menjadi periode yang penuh tantangan baginya karena harus membagi waktu antara kepanitiaan, organisasi, program kerja, dan persiapan lomba.
“Bulan itu benar-benar penuh kegiatan. Sempat merasa ingin menyerah karena lelah, tetapi saya berusaha menanamkan semangat agar tidak terus mengeluh. Kalau saya terus mengeluh, kapan saya bisa bangkit?” tuturnya.
Awalnya, kejuaraan dijadwalkan berlangsung pada 5 September 2025, namun karena adanya kegiatan demonstrasi di daerah setempat, jadwal lomba diundur menjadi 27 September 2025. Perubahan jadwal tersebut membuat Ayumi harus kembali berlatih dari awal. Meski sempat merasa lelah, ia tetap berusaha menikmati setiap proses dengan dukungan dari keluarga, pasangan, dan teman-temannya.
Menghadapi Ketegangan
Menjelang hari pertandingan, Ayumi sempat merasa gugup dan cemas. Namun, ia berusaha menenangkan diri dengan memperbanyak doa dan berfokus pada strategi tanding.
“Saat pertandingan, saya hanya fokus pada perolehan poin. Saya banyak berdoa, bahkan membaca bismillah berkali-kali karena sangat gugup,” ujarnya.
Berkat kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, Ayumi berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara II.
“Alhamdulillah, walaupun bukan juara pertama, saya sangat bersyukur. Semua rasa lelah dan perjuangan selama latihan akhirnya terbayarkan,” kata Ayumi dengan penuh rasa syukur.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa dedikasi dan semangat juang dapat mengantarkan seseorang mencapai hasil terbaik. Ayumi berharap pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berusaha, tidak mudah menyerah, serta berani menghadapi berbagai tantangan demi meraih impian.
Penulis: Saffana Raisa Rahmania
Editor: Ragil Kukuh Imanto





