UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan datang dari mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (UNAIR), Kevin Kusuma. Selama duduk di bangku perkuliahan, ia telah menorehkan capaian gemilang sebagai satu di antara ketujuh penerima akreditasi adjudicator (juri) internasional yang ada di Indonesia.
Sejak awal perjalanan akademiknya, Kevin telah menunjukkan prestasi sebagai mahasiswa berprestasi tingkat pertama FPsi sekaligus sebagai peringkat kedua tingkat universitas tahun 2023. Prestasi Kevin juga tidak terlepas dari peran aktifnya di Unit Kegiatan Mahasiswa Airlangga Debating Society (UKM ADS).
Jadi Kepala Juri
Meskipun menjadi mahasiswa akhir, perjalanan Kevin menjadi seorang debater masih terus berlanjut. Kevin terlibat dalam NUDC (National Universities Debating Championship), mulai dari peserta hingga menjadi juri. Sebagai tambahan, NUDC menjadi ajang kompetisi debat bergengsi di tingkat nasional yang dinaungi oleh Puspresnas Kemendikbudristek.
Saat ini, lanjut Kevin, ia menempati posisi penting yaitu sebagai kepala juri di ajang tersebut. ”Jadi, NUDC sendiri itu di bawah Puspresnas oleh Kemendikbudristek. Kebetulan aku diamanahi menjadi jadi kepala juri. Tugasku mengkoordinasi proses seleksi di tiga wilayah, di mana tugasku juga mengundang juri debater, membuat mosi lomba dan berkoordinasi dengan orang-orang Puspresnas,” ujar Ketua UKM ADS tahun 2023 itu.
Peroleh Akreditasi Adjudicator Internasional
Perjalanan dan dedikasi Kevin dalam dunia debat berbuah manis. Ia berhasil mendapatkan sertifikasi internasional sebagai juri ajang debat yang dikeluarkan oleh World Universities Debating Championships (WUDC).
”Saya mencoba mengikuti akreditasi di kompetisi WUDC yang diselenggarakan di Vietnam. Prosesnya sangat sulit karena dari 300 peserta yang mendaftar, hanya 60 orang yang berhasil mendapatkan akreditasi. Sebelumnya, hanya lima orang dari Indonesia yang pernah mendapatkan sertifikasi ini, dan setelah kompetisi di Vietnam, jumlahnya bertambah menjadi tujuh termasuk saya,” paparnya
Menurut Kevin, sertifikasi tersebut merupakan pencapaian yang cukup tinggi bagi perjalananya sebagai seorang debater. Capaian itu sekaligus menjadi langkah awalnya untuk berkiprah di dunia internasional.
Seimbangkan Debat dan Kuliah
Meskipun berhasil mencapai berbagai prestasi di bidang debat, tetapi hal itu tidak membuat Kevin lengah dengan dunia perkuliahan. Ia tetap mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan perkuliahan dan kesibukan di dunia debat. Dukungan dari kampus maupun bantuan teman sekelas, telah memungkinkan Kevin untuk tetap fokus pada prestasi akademiknya sambil meraih sukses dalam kompetisi.
Pada akhir, Kevin berpesan kepada semua mahasiswa, untuk bisa menjalani kehidupan kuliah secara seimbang, dengan memanfaatkan beragam kesempatan untuk mengembangkan diri. ”Lomba, magang, dan aktivitas lainnya memiliki nilai yang sama pentingnya dengan kegiatan belajar di kelas. Bukan berarti kita memprioritaskan salah satu saja, tetapi kita harus bisa mencari keseimbangan. Agar selama berkuliah bisa mengambil pelajaran hidup,” tutupnya.
Penulis: Venni Tanujaya
Editor: Yulia Rohmawati





