UNAIR NEWS – Lulusan Universitas Airlangga (UNAIR) kian melahirkan berbagai inisiatif yang berdampak. Melalui Moch Firmansyah SStat dan Hadi Prayogi SStat, dua alumni Fakultas Sains dan Teknologi (FST) bersama sepuluh rekan lainnya, sukses merintis startup bernama Ruang Data Indonesia. Dengan berbekal pengalaman organisasi, kompetisi, hingga konferensi semasa kuliah, keduanya kemudian menyatukan visi untuk menghadirkan ruang belajar teknologi berbasis data bagi mahasiswa, praktisi, maupun korporasi.
Berkat berbagai pengalaman ketika kuliah nyatanya menjadi fondasi penting bagi keduanya. Firman, yang pernah menjabat sebagai ketua BEM FST, aktif mengeksplorasi kompetisi dan organisasi hingga meraih puluhan penghargaan nasional maupun internasional. Sementara itu, Hadi, juga menempuh perjalanan serupa melalui konferensi internasional, publikasi, pengabdian, serta program bisnis dan investasi. Jejak akademik dan organisasi itulah membentuk cara berpikir dan keterampilan mereka dalam dunia profesional.
Hadirkan Ekosistem Pembelajaran Praktis
Berawal dari minimnya talenta data siap kerja, Ruang Data Indonesia hadir sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan industri. Firman menilai permintaan tenaga kerja di bidang data bertambah sangat pesat, tetapi tidak banyak mahasiswa dan fresh graduate yang memiliki skills relevan. “Ada kesenjangan besar antara kebutuhan industri dan ketersediaan talenta data. Dari situ, saya merasa ada ruang untuk menghadirkan ekosistem pembelajaran yang memberikan pengalaman praktis dan solusi nyata,” ungkap Firman.

Mereka lalu memulai langkah melalui program-program pelatihan gratis, salah satunya lewat Data Enthusiast Camp yang bekerja sama dengan DPKKA UNAIR. Antusiasme peserta menjadi validasi kuat hingga akhirnya Ruang Data resmi berbadan hukum pada 2024. Dalam dua tahun terakhir, startup ini telah memiliki lebih dari 5.000 alumni pelatihan, melayani 500 klien, dan menggandeng lebih dari lima institusi dalam kerja sama strategis.
Hadi lantas turut menyebut bahwa tumbuhnya Ruang Data juga didukung banyak program pembinaan startup. “Saat itu banyak sekali program mentoring dan pembinaan, tetapi sedikit yang memanfaatkan. Maka kami berinisiatif mengikuti program tersebut sampai akhirnya Ruang Data bisa berkembang seperti sekarang,” ujarnya.
Mulai Langkah Kecil dan Konsisten
Lebih lanjut, Firman selaku founder dan CEO, menegaskan bahwa arah strategis perusahaan selalu berlandaskan visi besar terbentuknya Ruang Data. “Kami hadir sebagai ekosistem para data enthusiast untuk bertumbuh, berkolaborasi, dan berkembang bersama. Strategi jangka panjang selalu kami arahkan pada kurikulum yang kuat, program berbasis proyek, dan kolaborasi akademisi-industri,” jelas alumnus Program Studi Statistika itu.
Dari sisi manajemen internal, Hadi menjelaskan bahwa pembagian tugas dilakukan berdasarkan spesialisasi fungsional agar perusahaan berjalan efisien. Meski demikian, keduanya tetap menekankan pentingnya komunikasi dan keselarasan visi dalam menjaga solidaritas kerja. “Utamakan solusi, bukan ego. Keselarasan visi dan komunikasi yang jujur membuat hubungan tetap kuat,” tambah Firman.
Sebagai penutup, Firman mengajak mahasiswa UNAIR yang ingin terjun ke dunia data, startup, atau inovasi digital, bisa memulai langkah kecil dengan selalu konsisten. Tak lupa, Hadi juga berpesan bahwa mahasiswa perlu memanfaatkan privilese dan peluang yang tersedia. “Jangan hanya fokus akademik. Ikuti pelatihan, workshop, dan sertifikasi karena itu penting untuk berkarier di bidang data, bisnis, atau startup,” pungkas Hadi.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Ragil Kukuh Imanto





