UNAIR NEWS – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga (UNAIR) telah mencapai edisi ketujuh. Pada BBK 7 ini, UNAIR terus berkomitmen berikan kontribusi berkelanjutan bagi daerah sasaran. Bersama masyarakat, kolaborasi aktif UNAIR mampu ciptakan dampak positif.
Melalui wawancara eksklusif bersama UNAIR News, Devie, Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Sobrah, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun ungkapkan dampak nyata yang terasa. Menurutnya, mahasiswa BBK 7 UNAIR merupakan generasi muda yang mampu membawa harapan baru.
“Saya sangat mengapresiasi sekali telah membawa pengalaman baru kepada anak-anak di sini. Ketika mahasiswa kesini, betapa luar biasanya magnetnya bagi anak-anak. Apa yang teman-teman bawa kesini sangat bermanfaat sekali. Jadi penilaian kami sangat positif, kami sebagai guru juga sangat terbantu karena dengan adanya teman-teman bisa ada penyegaran,” jelasnya.
Program Berdampak
Lebih lanjut, Erna. Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Hikmah Sobrah, turut memberikan pernyataan positif terkait BBK 7 UNAIR. Bagi Erna, mahasiswa BBK 7 UNAIR datang dengan membawa kesan positif. Terlebih, dengan program Sobrah English Camp dari mahasiswa BBK 7 UNAIR, anak-anak menjadi lebih bersemangat dalam belajar.
“Tahun ini BBK 7 UNAIR adalah tahun yang sangat berkesan bagi kami. Alhamdulillah semua mahasiswanya ramah dan murah senyum. Program yang dibawa juga sangat menarik sekali bagi kami. Pembelajaran bersama teman-teman mahasiswa jadi kesan tersendiri bagi anak-anak,” terangnya.
Ia menuturkan, MI Al Hikmah Sobrah akan selalu terbuka dengan kehadiran mahasiswa BBK UNAIR pada tahun-tahun mendatang. “Programnya sudah bagus menurut saya. Kemarin bersama anak-anak itu sangat menarik sekali. Saya harap program yang sudah dibawa hari ini terus berkelanjutan,” ujarnya.
Kesan Positif
Ungkapan positif tak hanya dari kalangan akademisi melainkan juga dari komunitas petani. Anam, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sobrah turut mengapresiasi kinerja mahasiswa BBK 7 UNAIR. “Saya sangat senang sekali dengan kehadiran teman-teman. Orangnya baik, sopan, dan pintar,” sebutnya.
Anam menuturkan, sopan santun mahasiswa menjadi penilaian utama masyarakat. “Bagi saya penilaian kami terhadap teman-teman sangat bagus sekali. Masyarakat desa itu sangat melihat sopan santun. Istilahnya sapa aruh ketika bertemu dan itu ada pada teman-teman semuanya,” tambahnya.
Bersama Gapoktan, BBK 7 UNAIR yang membawa program arang sekam pun juga mendapat sambutan baik dari Anam. “Di sini kan memang mayoritas petani. Memang untuk limbah sekam padi itu melimpah. Melalui program arang sekam teman-teman ini, sangat membantu mengurangi masalah limbah disini. Sekam padi bisa kita jadikan suatu yang lebih bermanfaat,” ucapnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Ragil Kukuh Imanto





