Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK) ke-7 Universitas Airlangga melaksanakan program Fun English & Literacy: “Jendela Dunia” sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak sekolah dasar di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini menyasar ±20 siswa per kelas dari SDN 1 Sumurgenuk, SDN 2 Sumurgenuk, dan MI Sumurgenuk, yang dilaksanakan selama tiga hari pada Senin–Rabu (12–14 Januari 2026).
Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya metode pembelajaran literasi dan Bahasa Inggris yang menarik di sekolah dasar, sehingga sebagian siswa kurang percaya diri, kurang terbiasa membaca, serta mengalami kesulitan memahami Bahasa Inggris dasar. Kondisi tersebut berpotensi memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan antara siswa di wilayah pedesaan dan perkotaan apabila tidak dilakukan intervensi edukatif yang inklusif.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, mahasiswa KKN BBK-7 UNAIR menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris dasar yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan kosakata dasar seperti warna, angka, benda di sekitar, serta perkenalan diri sederhana. Metode pembelajaran dilakukan melalui storytelling, permainan edukatif, kartu kosakata, dan membaca buku cerita, sehingga siswa dapat belajar secara aktif tanpa tekanan.
Selain meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, kegiatan ini juga mendorong peningkatan minat baca siswa. Mahasiswa mendampingi siswa membaca buku cerita dan berdiskusi ringan mengenai isi bacaan, sehingga membantu melatih pemahaman, keberanian berbicara, dan kemampuan berpikir kritis sejak dini.
Pelaksanaan kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari siswa. Anak-anak lebih berani mengucapkan kosakata Bahasa Inggris, aktif bertanya, serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam proses pembelajaran. Lingkungan belajar yang menyenangkan turut menciptakan suasana pendidikan yang inklusif dan merata.
Keterkaitan SDGs
Kegiatan ini secara langsung mendukung SDG 4 (Quality Education) sebagai SDGs Mandatory UNAIR, melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas, literasi dasar, dan kemampuan Bahasa Inggris anak-anak desa. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 10 (Reduced Inequalities) sebagai SDGs pendukung dengan mengurangi kesenjangan akses pendidikan di wilayah pedesaan. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya minat baca, pemahaman dasar Bahasa Inggris, serta kepercayaan diri siswa dalam proses belajar.
Penulis: Aqila Elga Ramadhani, Tim BBK 7 Universitas Airlangga Desa Sumurgenuk





