UNAIR NEWS – Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) menjadi salah satu kegiatan kemahasiswaan yang bergengsi tiap tahunnya. Universitas Airlangga pun terus menjaring gagasan dan karya terbaik mahasiswa yang ada dalam PKM. Bagi yang terbaik, karya mahasiswa akan diadu dan dikompetisikan ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
Tahun ini (2018, red), PIMNAS rencananya bakal digelar di Yogjakarta. Kontingen UNAIR pun turut memacu cara dan strategi untuk meraih medali emas. Kali ini, melalui peraturan Rektor UNAIR, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat meluncurkan program baru KKN PKM. Sebuah program KKN yang ditujukan bagi mahasiswa yang meraih emas dalam gelaran PKM bidang pengabdian masyarakat atau yang biasa disebut PKM-M.
Mengenenai hal itu, Ketua LPM UNAIR Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Com., mengatakan bahwa capain medali emas dalam PKM-M menjadi sebuah prestrasi yang membanggakan. Baik untuk mahasiswa maupun almamater.
“Ini adalah sebuah pengakuan tentang upaya mahasiswa dalam berkompetisi untuk meraih emas dalam PKM-M. Hanya PKM-M yang kami akui setara dengan KKN,” ungkap Guru Besar FISIP UNAIR itu.
Selanjutnya, mengenai mekanisme penyetaraan raihan emas pada PKM-M dengan program KKN-BBM, Prof. Jusuf menegaskan, pihaknya menilai bahwa dalam pelaksanaan PKM-M di lapangan sebenarnya tidak jauh beda dengan pelaksanaan program KKN-BBM.
“PKM-M sebenarnya hampir sama dengan program KKN, jadi kami berani menyetarakan program itu dengan KKN,” terangnya.
Pada akhir, Prof. Jusuf juga menegaskan bahwa meski peraih emas pada PKM-M sudah dinilai sama dengan mengikuti KKN, pihaknya juga tidak melarang jika nantinya, mahasiswa tetap ingin mengikuti program KKN yang lainnya.
“Peraih emas PKM-M yang ingin mengikuti KKN lainnya, sangat kami persilahkan,” pungkasnya.
Penulis: Nuri Hermawan





