Universitas Airlangga Official Website

KKN UNAIR Cegah Stunting dengan Pengolahan Ikan di Banyuwangi

Potret kebersamaan ibu-ibu PKK memasak makanan olahan dari ikan segar. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

UNAIR NEWS – Terhitung hampir sebulan, Universitas Airlangga telah  menerjunkan mahasiswa terbaiknya untuk berpartisipasi dan berperan aktif pada kegiatan KKN-BBK (Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Komunitas) ke 67. Mahasiswa diharapkan untuk menjadi solusi atas permasalahan di masyarakat. 

Kontribusi terbaik dibuat oleh kelompok KKN BBK UNAIR yang bertempat di Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Dilatarbelakangi permasalahan stunting  yang kian merebak, mereka mencanangkan program edukasi pengolahan ikan sebagai makanan sehat untuk mencegah stunting pada Sabtu (28/01/2023)

Dalam realisasi program tersebut mereka menggandeng Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Agus Setio Harioso SP dan Dra Sri Wulandari sebagai narasumber untuk pelatihan pengolahan ikan segar

Hanna Aulia mewakili timnya menjelaskan,  program itu dicanangkan karena melihat salah satu penyebab dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi pada bayi. Nutrisi yang baik berasal dari protein ikan.

Maka dari itu, Hanna bersama tim nya memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengolah ikan segar untuk mencukupi kebutuhan protein pada bayi. 

“Kebetulan juga Desa Pondoknongko lokasinya berdekatan dengan pinggir pantai. Program ini tentu menjadi hal solutif untuk masyarakat,” tambah Hanna. 

Foto bersama kelompok KKN BBK UNAIR Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi dengan ibu ibu PKK setempat. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Program tersebut dihadiri segenap ibu-ibu PKK dan kader kesehatan setempat. Mereka tak hanya diberikan sosialisasi, namun juga praktik langsung untuk mengolah ikan segar yang dipimpin oleh Sri Wulandari. 

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan kegiatan memasak yang dilakukan oleh ibu-ibu PKK  serta membuat makanan olahan dari ikan segar yaitu abon. Ibu-ibu PKK juga diberikan resep dan tata cara pengolahan ikan untuk recreate di rumah.

“Selama kegiatan, saya dan tim sangat senang melihat respon masyarakat Desa Pondoknongko begitu antusias. Melihat program tersebut, tidak pernah ada sebelumnya,” tutur Hanna

Di akhir, Hanna dan tim berharap dengan program canangan mereka itu dapat membantu dan bersinergi dengan pemerintah untuk menanggulangi permasalah stunting. 

Penulis: Satrio Dwi Naryo

Editor: Khefti Al Mawalia