UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Direktorat Kemahasiswaan menggelar Pembekalan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) pada Jumat-Minggu (16–18/5/2025) di Hotel Arayanna, Trawas, Mojokerto. Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan visi organisasi kemahasiswaan dalam mendukung peningkatan kualitas dan daya saing kampus secara global.
Pembekalan ini melibatkan perwakilan Ormawa se-UNAIR dan memuat berbagai materi strategis seperti kepemimpinan, SOP layanan kemahasiswaan, serta penguatan program dan fasilitas kegiatan mahasiswa. Tidak hanya itu, pembekalan juga menekankan pentingnya soft skill dan hard skill untuk menjawab tantangan nasional maupun internasional.
Tanggung Jawab dan Peran Mahasiswa
Dalam sambutan pembuka,Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA DVM menekankan bahwa pengurus Ormawa adalah individu terpilih dari ribuan mahasiswa UNAIR. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas organisasi dan tanggung jawab akademik.
“Kalian adalah orang-orang terpilih dari sekitar 9.000 mahasiswa. Silakan berorganisasi, tapi bawa juga tanggung jawab dari orang tua agar lulus tepat waktu,” ujarnya.

Pesan senada juga disampaikan Dr A Shofy Mubarak S Pi M Si, yang mendorong pengurus untuk menjadikan peran mereka sebagai bekal membentuk karakter unggul dan prestatif. “Mahasiswa dengan karakter unggul lebih mudah dikenal. Ini harus dioptimalkan untuk masa depan,” jelasnya. Sejalan dengan penguatan karakter dan tanggung jawab tersebut, isu prestasi mahasiswa juga menjadi perhatian utama dalam pembekalan ini.
Dukung Reputasi Kampus
Isu prestasi mahasiswa menjadi sorotan utama dalam materi dari Catur Dian Setiawan S Farm M Kes Apt. Ia menjelaskan bahwa sejak 2024, indikator pemeringkatan universitas lebih banyak bertumpu pada capaian mahasiswa dalam kompetisi. Bukan pada peran sebagai tuan rumah acara. “Prestasi mahasiswa kini masuk dalam IKU 1 dan 2. Hanya yang ikut kompetisi yang dihitung, jadi bukan lagi penyelenggaranya,” tegasnya.
Pencapaian prestasi yang berdampak pada pemeringkatan tersebut tentu tidak dapat berdiri sendiri. Setiap kegiatan mahasiswa, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, perlu didukung oleh tata kelola administratif yang rapi dan akuntabel. Tanpa sistem yang tertib, potensi kontribusi prestasi terhadap institusi bisa terhambat di tahap verifikasi atau pelaporan.
Tak kalah penting, aspek administrasi juga yang disampaikan Kepala Subdirektorat Program, Moch Zacky Zoehdi S Sos M A, menekankan tentang SIK (Surat Izin Kegiatan) sebagai dokumen utama yang wajib dimiliki setiap kegiatan mahasiswa. “SIK itu surat sakti. Semua turunan surat pelengkap dimulai dari sini. Kalau diperiksa BPK atau rektorat, ini jadi dasar kontrol,” jelasnya.
Melalui pembekalan ini, UNAIR berharap pengurus ORMAWA dapat menjadi motor penggerak kemajuan kampus. Baik secara akademik maupun kontribusi nyata di level nasional dan global.
Penulis: Samudra Luhur Pambudi
Editor: Yulia Rohmawati





