Universitas Airlangga Official Website

Komitmen Riset Lintas Disiplin UNAIR Diakui Dunia, Raih Peringkat ke-134 Global

Gedung Rektorat Kampus C UNAIR. (Foto: PKIP UNAIR)
Gedung Rektorat Kampus MERR-C UNAIR (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Berdasarkan pemeringkatan terbaru Times Higher Education (THE) Interdisciplinary Science Rankings (ISR) yang dirilis pada Kamis (20/11/2025), UNAIR berhasil menduduki peringkat ke-134 dunia. UNAIR meraih skor yang menunjukkan kekuatan riset interdisipliner yang stabil dan berkembang.

THE Interdisciplinary Science Rankings, yang disusun bekerja sama dengan Schmidt Science Fellows, merupakan tolok ukur penting untuk menilai kontribusi universitas dalam mendorong kolaborasi riset lintas disiplin. Pemeringkatan ini bertujuan untuk meningkatkan keunggulan ilmiah dan membantu perguruan tinggi mengukur kinerja penelitian interdisiplinernya.

Riset interdisipliner, yang menggabungkan berbagai bidang ilmu, kini menjadi kunci dalam menciptakan solusi inovatif dan berdampak nyata. Pendekatan ini memungkinkan lahirnya terobosan baru yang tidak hanya relevan bagi dunia akademik, tetapi juga berkontribusi signifikan pada pembangunan global.

Pada edisi kali ini, THE Interdisciplinary Science Rankings mengevaluasi kinerja 911 perguruan tinggi dari 94 negara. Penilaian menggunakan 11 indikator yang terbagi dalam tiga pilar utama. Pertama, Inputs (mencakup pendanaan riset (funding); kedua, Process (mengukur ekosistem, fasilitas, kebijakan, dan dukungan administratif universitas dalam memfasilitasi riset interdisipliner); ketiga, Outputs (menilai hasil riset, meliputi kuantitas, kualitas, pengaruh, reputasi, dan publikasi yang dihasilkan).

Atas capaian tersebut, Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin menyampaikan apresiasinya. Ia menuturkan bahwa capaian di peringkat 134 dunia dalam THE Interdisciplinary Science Rankings merupakan bukti nyata dari transformasi ekosistem riset yang selama ini UNAIR bangun.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi pengakuan internasional terhadap kekuatan kolaborasi lintas disiplin yang menjadi ciri khas UNAIR selama satu dekade terakhir. Kami berhasil masuk dalam jajaran universitas terbaik dunia yang mampu mengintegrasikan ilmu kesehatan, sosial-humaniora, sains, teknologi, hingga kebijakan publik untuk menjawab tantangan global,” terangnya.

Secara nasional, UNAIR berhasil menunjukkan dominasinya dengan meraih peringkat bersama ke-3 di Indonesia untuk dua pilar penting: Process dan Output. Peringkat pada pilar Process menunjukkan keberhasilan UNAIR dalam membangun ekosistem, kebijakan, fasilitas, dan dukungan administratif yang kuat untuk mendorong keberhasilan riset interdisipliner. Sedangkan untuk peringkat pada pilar Outputs mengukur kuantitas, kualitas, pengaruh, dan reputasi dari hasil-hasil riset interdisipliner UNAIR. 

“Keberhasilan menempati posisi terbaik ke-3 nasional dalam pilar Process dan Outputs semakin menegaskan bahwa ekosistem riset UNAIR mampu menggerakkan inovasi secara sistematis, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata,” katanya.

Lebih lanjut, Prof Madyan menyampaikan terima kasih kepada seluruh peneliti, laboratorium, fakultas, mitra industri maupun pemerintah yang telah berkontribusi. Prestasi ini membuktikan bahwa upaya UNAIR dalam menjalin kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk menjawab tantangan global membuahkan hasil yang diakui dunia. “Prestasi ini menunjukkan bahwa UNAIR tidak hanya unggul pada aspek pendanaan dan kapasitas riset, tetapi juga mampu menghasilkan output berkualitas dan berdampak bagi masyarakat,” imbuhnya. 

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu berharap, UNAIR bisa semakin memperkuat budaya riset lintas disiplin sebagai DNA universitas. Menurutnya, tantangan global seperti kesehatan masyarakat, krisis pangan, perubahan iklim, kecerdasan artifisial, ekonomi digital, dan keberlanjutan tidak dapat terselesaikan oleh satu disiplin ilmu saja. Untuk itu, sambutnya, UNAIR akan terus mendorong integrasi keilmuan melalui program flagship, riset konsorsium, kolaborasi internasional, serta pemanfaatan big data dan teknologi digital.

Dengan momentum ISR ini, UNAIR berkomitmen menjaga konsistensi sebagai universitas riset yang unggul dan terpercaya, serta meningkatkan kontribusi pada tataran ASEAN dan dunia. “Kami ingin memastikan bahwa setiap penelitian yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada publikasi. Tetapi juga relevan secara sosial, memiliki dampak nyata, dan mendukung agenda pembangunan nasional maupun global. Harapan kami sederhana namun strategis. Riset UNAIR harus semakin kolaboratif. Semakin berpengaruh, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Penulis: Yulia Rohmawati, Oemar Moechtar

Editor: Oemar Moechtar