UNAIR NEWS – Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPK Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkkan Sustainable Development Goals (SDGs). Implementasi terwujud dengan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tlogorejo, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro. Pengmas tersebut mengusung tema “Pelatihan Produksi Olahan Hasil Perikanan”. Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs 2 (Zero Hunger) melalui upaya meningkatkan gizi pangan dan SDGs14 (Life Below Water) dengan memastikan pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan dan optimal. Dalam pelaksanaannya, dosen dan mahasiswa terlibat langsung dalam pengembangan produk olahan ikan di Desa Tlogorejo.
Tahapan awal dalam pengabdian masyarakat ini terselenggara pada 23 Juni 2025 melalui sosialisasi oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, pembudidaya ikan lele dan kelompok tani. Eka Saputra SPi MSi selaku ketua pengabdian masyarakat membawakan materi “Pengemasan Produk Pangan”. Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman warga perihal pengemasan produk yang sangat berpengaruh dalam menjaga kualitas serta mempertahankan mutu produk pangan.
Sesi selanjutnya dilakukan oleh Dwi Yuli Pujiastuti SPi MP MSc yang membawakan materi “Diversifikasi Produk Olahan Lele”. Warga turut antusias dengan adanya respon warga yang ingin mengetahui cara pembuatan nugget ikan dan kerupuk ikan. Materi terakhir dibawakan oleh Dr Laksmi Sulmartiwi SPi MP.
Selain melakukan praktik pembuatan produk, dosen FPK melakukan penyerahan alat. Seperti food processor, sealer, dan pemotong kerupuk kepada warga Desa Tlogorejo, Kepohbaru, Bojonegoro. Hal ini dilakukan dengan tujuan mendukung warga Tlogorejo dalam mengembangkan produk yang berkelanjutan. “Kami turut berharap agar kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menjadi langkah awal. Dalam upaya meningkatkan gizi pangan serta memanfaatkan sumber daya perikanan yang sesuai dengan tujuan SDGs 2 dan SDGs 14,” ujar Eka.
Penulis: Eka Saputra
Penulis: Yulia Rohmawati





