UNAIR NEWS – Mengajak kaum muda untuk berani memberikan pandangan terkait situasi terkini khususnya persoalan budaya dan globalisasi menjadi salah satu program yang ditawarkan oleh Air Passion (Airlangga International Relations Paper Competition). Air Passion sendiri merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional (HI) UNAIR untuk memeriahkan hari jadi yang ke -34 yang bertajuk WESTPHALIA (the Warmest Enactment of Social Tribute and Phenomenal Anniversary).
Acara Puncak Air Passion ini digelar Hari Jumat (18/11) lalu di Aula Soetandyo Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNAIR. Tema Air Passion tahun ini adalah “Krisis Identitas dan Globalisasi: Reaktualisasi dan Memajukan Budaya Indonesia” sejalan dengan tema besar WESTHAPHALIA yaitu “Global Cultural”. Penyelenggaraan Air Passion sendiri bertujuan untuk mendorong pemuda – pemudi Indonesia, khususnya yang berumur 16 – 25 tahun untuk bisa berpikir kritis dalam memberikan analisis dan penyelesaian terhadap masalah – masalah Budaya Indonesia di tengah maraknya globalisasi.
“Karena tema besar HI Anniv tahun ini tentang budaya, jadi nyari sisi menarik buat dibahas akhirnya dikaitkan dengan globalisasi yang bikin identitas budaya Indonesia sebagai sense of belonging semakin terkikis.” Ujar Noviawati Lesmana Ketua Panitia Air Passion.
Dari semua esai yang terkumpul untuk mengikuti kompetisi tersebut, terpilih 15 paper terbaik yang lolos untuk dipresentasikan di acara puncak Air Passion. “Kami menyeleksi esai online dari bulan Agustus hingga Oktober, hingga akhirnya terpilih 15 finalis yang akan presentasi.” ujar Tara Wardhani salah satu panitia Air Passion. Peserta yang terseleksi meliputi peserta dari kalangan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan dari mahasiswa beberapa universitas seperti; Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Airlangga.
Dalam acara tersebut, Dosen Prodi HI UNAIR Joko Susanto, S.IP., M.Sc juga menyampaikan materi yang terkait dengan globalisasi yang kemudian menjadi bahan Focus Grup Discussion (FGD) peserta agar dapat ditemukan solusi strategis bagi Indonesia dalam menghadapi krisis indentitas dan globalisasi..
Diantara kelimabelas tim tersebut, hanya tiga tim saja yang akhirnya mendapatkan penghargaan diantaranya Juara 1 Yoko (UNAIR), Juara II Radityo Akbar (UNAIR) dan Irena Lucy (Universitas Indonesia) dan Juara III Yoshica dan Sada (UNAIR) serta satu penghargaan dengan kategori The Most Passionate (Superlative Award) yang diterima oleh Lucia dan Hanun peserta dari SMAN 11 Surabaya. Semua pemenang mendapatkan hadiah berupa uang tunai, piala, sertifikat dan buku Jurnal Hubungan Internasional. (*)
Penulis: Ahalla Tsauro
Editor : Faridah Hari





