UNAIR NEWS – Akademisi Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil mewakili Indonesia di kancah Internasional. Kali ini Dr Arif Nur Muhammad Ansori Msi, ilmuwan muda Sekolah Pascasarjana menjadi Guest Speaker pada V International Conference “Food Quality, Food Safety (FQFS)” yang berlangsung pada Selasa – Kamis (23-25/9/25) di National Center, Moscow, Rusia.
Konferensi bergengsi tersebut merupakan besutan RUDN University dan V.M. Gorbatov Federal Research Center for Food Systems of the Russian Academy of Sciences, bersama sejumlah lembaga internasional ternama. Lebih dari 35 negara hadir dengan membawa pakar, akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan di bidang ketahanan pangan dan keamanan hayati.
“Saya merasa bangga dan terhormat mewakili Indonesia dan UNAIR di forum internasional. Sebagai anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), saya berkesempatan diskusi dengan peneliti muda dari Russian Academy of Sciences, serta memperkuat kerjasama dengan V.M. Gorbatov Federal Research Center for Food Systems of the Russian Academy of Sciences,” ungkapnya.
Topik Bahasan
Dalam kesempatan tersebut, Dr Arif membahas terkait Bovine Leukemia Virus (BLV) yaitu virus yang menyerang sapi sebagai komoditas pangan. BLV tidak hanya membahayakan kesehatan hewan ternak, namun dapat menjadi ancaman terhadap keamanan dan perekonomian global apabila tidak mendapat perhatian khusus.
“Perlu metode yang tepat untuk mendeteksi penyakit ini, termasuk penggunaan teknologi DNA. Kaitannya dengan keamanan pangan yaitu menegaskan pentingnya inovasi dalam menjaga kualitas pangan hewani sekaligus mendukung kesehatan masyarakat sebagai konsumen,” ungkapnya.
Dr Arif menambahkan bahwa penyakit hewan menular adalah bagian dari isu kesehatan global. BLV tidak hanya masalah veteriner, tetapi juga erat kaitannya dengan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Selain itu, riset yang ia paparkan juga selaras dengan bidang keahliannya dalam virologi, biologi molekuler, dan penyakit infeksi.
“Selain itu, dalam kesempatan ini saya juga memperkenalkan Indonesia dan UNAIR dengan mengaitkan isu BLV dengan peran strategis Indonesia di BRICS membuat topik ini semakin relevan. Saya ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya konsumen teknologi, tetapi juga kontributor aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi,” ungkapnya.
Harapan Kedepannya
Melalui partisipasinya dalam konferensi itu, Dr Arif berharap dapat memberikan kontribusi dan menjadi pintu bagi kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, dan publikasi ilmiah internasional yang lebih luas. Lebih lanjut ia juga berharap partisipasinya dapat memperkuat posisi UNAIR sebagai kampus terkemuka di panggung dunia.
“Ilmu pengetahuan adalah jembatan antarbangsa. Melalui kolaborasi riset internasional, kita bisa bersama-sama menghadapi tantangan global di bidang kesehatan, pangan, dan bioteknologi. Saya berharap langkah kecil ini bisa membawa manfaat besar bagi Indonesia dalam membangun ketahanan pangan, kesehatan global, dan peran aktif di BRICS,” ungkapnya.
Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi
Editor: Khefti Al Mawalia





