“Salah satu manusia yang paling bahagia adalah saat nafasnya berhenti, akan tetapi tidak berhenti pahalanya, wakaf adalah kuncinya”
UNAIR NEWS – Mendapatkan apresiasi wisudawan terbaik jenjang studi S3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR adalah hasil berkah dan ikhtiar terbaik bagi Yana Rohmana. Tak pernah bermimpi meraih gelar tersebut menjadikan motivasi tersendiri untuk lebih baik di masa depan. Capaian tersebut tak lepas dari ketekunannya sebagai mahasiswa dengan niat ikhlas dan serius, serta mohon doa yang kuat terkhusus dari kedua orang tua dan keluarga.
Baginya, ini merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan sebagai apresiasi sebagai akhir bagian Ksatria Airlangga. “Menjadi wisudawan terbaik ini jadi salah satu hadiah terindah dan dipersembahkan untuk kedua orang tua, istriku Suci Apriliani Utami, anak, dan keluarga besarku,” katanya.
Konsistensi Topik Penelitian
Kelancaran dan percepatan studi doktoral merupakan hasil konsistensi topik penelitian. Sejak semester awal hingga akhir, Yana selalu membuat tugas kuliah, karya ilmiah, hingga disertasi terkait dengan topik penelitian yang selaras.
Yana bersama rekan seangkatan berkuliah sejak 2021 pada saat masih masa pandemi Covid-19. Proses pembelajaran saat itu berjalan secara daring dengan berbagai poin plus dan minus. Berkat inspirasi hingga kolaborasi dosen ahli dan jejaring luas, kini membantu Yana menyelesaikan studi S3 dengan IPK sempurna. “Namun, satu hal menarik selama perkuliahan itu adalah bahwa saya khususnya merasa banyak manfaat kuliah di sini karena memiliki banyak relasi-relasi baru,” ungkapnya
Setelah lulus sebagai Ksatria Airlangga, Yana berharap dapat mengamalkan dan mensyiarkan ilmu yang telah diperoleh baik didalam maupun luar negeri. Termasuk bagi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung sebagai tempat mengabdi. Disertasi Yana berjudul Konsep Usulan Model Pembiayaan Alternatif Berbasis Wakaf di Institusi Pendidikan Tinggi Indonesia.
Yana juga berharap dapat menjadi bagian pengembangan wakaf di Indonesia. Khususnya peran wakaf sebagai sumber alternatif untuk pembiayaan perguruan tinggi. Maka ke depan mudah-mudahan terbentuk di Indonesia bahwa satu perguruan tinggi, satu badan wakaf. Wakaf dapat menjadi sumber menuju otonomi keuangan dan kemandirian kampus. “lebih jauh sebagai proses penerapan nilai-nilai berdimensi spiritual Islami sehingga melahirkan generasi cerdas penuh akhlak tinggi,” tutupnya.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Yulia Rohmawati





