UNAIR NEWS — Universitas Airlangga (UNAIR) kembali memperkuat posisi Indonesia di panggung akademik global. Kali ini, UNAIR menunjukkan partisipasinya dalam 6th Rectors’ Conference yang terselenggara Kamis (4/12/2025) di OIC-COMSTECH Secretariat, Islamabad. Konferensi bertema “Shaping the Future: Governance, Leadership, & Reforms in Higher Education” ini mempertemukan pimpinan universitas, diplomat, serta pembuat kebijakan dari berbagai negara.
Delegasi UNAIR dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Developmetn Prof Dr Muhammad Miftahussurur SpPD-KGEH PhD; Executive Secretary WUACD Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih Msi; dan Ketua LPJPHKI Prof Ferry Efendi Skep Ns MSc PhD. Kehadiran delegasi UNAIR sekaligus menjadi representasi Indonesia dalam dialog strategis mengenai governance, riset, dan pengembangan talenta global.
Pesan Kepemimpinan Berkarakter
Dalam sesi pembukaan, Rector Superior University, Prof Dr Sumaira Rehman, menyampaikan keynote address bertajuk “Leading with Character: From Aspiration to Action.” Ia menegaskan bahwa kepemimpinan efektif berawal dari pembentukan karakter diri. Sejalan dengan model prophetic character-based leadership yang menekankan integritas, empati, kesabaran, dan tanggung jawab.
Prof Sumaira juga menampilkan kerangka tiga lingkar kepemimpinan, yakni spiritual dan personal virtues; relational dan social virtues; societal dan strategic virtues; serta konsep Five Pillars sebagai fondasi pembentukan karakter pemimpin yang berpengaruh dan berkelanjutan.

UNAIR Perkuat Kolaborasi Riset dan Diplomasi Akademik
Sepanjang konferensi, delegasi UNAIR terlibat aktif dalam dialog kebijakan dan menjajaki peluang kolaborasi dengan berbagai universitas di Pakistan. Diskusi mencakup penguatan tata kelola pendidikan tinggi, riset multidisiplin, jejaring publikasi internasional, serta sinergi program pengabdian masyarakat melalui WUACD.
Kegiatan berlanjut ke Validation Forums for National Policy Development, khususnya Forum 1: Governance Deficit. Forum tersebut membahas tantangan tata kelola pendidikan di negara berkembang. Mantan Perdana Menteri Pakistan, Mr Shahid Khaqan Abbasi, juga hadir sebagai keynote speaker. Ia menekankan pentingnya kebijakan berbasis evidens serta universitas sebagai pusat inovasi publik.
Partisipasi dalam konferensi ini menjadi langkah penting UNAIR dalam memperluas jejaring internasional, memperkuat diplomasi akademik, dan memastikan kontribusi Indonesia dalam arsitektur pendidikan tinggi global.
Penulis: Prof Ferry Efendi
Editor: Yulia Rohmawati





