UNAIR NEWS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga kedatangan penerima beasiswa Gate Cambridge Universitas Cambridge, Vincentius Aji Jati Kusumo, Senin (29/05). Aji merupakan laki-laki kelahiran Surabaya, yang tercatat sebagai satu dari dua mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Gate Cambridge tahun 2015.
Beasiswa bergengsi ini adalah beasiswa sumbangan dari Bill dan Melinda Gates Foundation. Mereka menyumbang sebesar AS$210 juta untuk seluruh warga di dunia, khusus untuk melanjutkan studi di Universitas Cambridge.
Dalam kesempatan sharing yang diselenggarakan di Aula Tirto, Aji memaparkan sekilas tentang pengalamannya kuliah di Inggris. Ia juga berbagi pengalaman tentang bagaimana mendaftar kuliah di Inggris, sekaligus cara mendaftar beasiswa Gate Cambridge.
Dalam kesempatan itu, Aji mendorong para mahasiswa untuk melanjutkan studi di Inggris karena minimnya orang Indonesia yang ada di sana.
Untuk mendapatkan beasiswa Gate Cambridge memang tidak mudah dan sangat kompetitif. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata IPK yang disyaratkan yaitu sebesar 3.92. Selain itu, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi adalah berniat menambah ilmu, persiapkan proposal penelitian yang rinci dan detail, serta sertifikat IELTS dengan skor lebih dari 6.5.
“Jangan berkuliah di Inggris kalau tidak berniat menambah ilmu. Jangan pernah lakukan kalau kalian hanya ingin jalan-jalan, pamer, atau hanya ingin memperoleh gelar,” tutur alumnus Universitas Newcastle ini.
Di samping itu, poin penting yang harus benar-benar dipahami adalah persamaan visi calon penerima dengan lembaga beasiswa Gate Cambridge, yakni menunjukkan kualitas sebagai pemimpin serta komitmen memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain dan ingkungan.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa peserta bertanya seputar bagaimana awalnya memulai untuk mendaftar, tips membuat proposal penelitian, penyesuaian nilai IPK, dan cara agar dapat memenuhi berbagai persyaratan yang ada.
“Kalian harus mengubah pola pikir mulai dari sekarang. Mulailah mencoba karena hidup biasa-biasa saja itu melelahkan. Yakinlah bahwa siapapun pasti bisa. Terkait IPK atau IELTS, itu hanya angka yang dapat kita raih. Pesan saya, beranilah mencoba,” kata Aji saat menutup sharing. (*)
Penulis : Siti Nur Umami
Editor : Binti Q. Masruroh





