UNAIR NEWS – Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kuliah tamu bertema Higher Education in Post-normal Ecosystem pada Rabu (09/04/2025). Kuliah berlangsung di Ruang Kuliah Internasional II Mahendradatta, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR. Prof Dato Seri Ir Dr Zaini Ujang, Chairman Malaysia Qualification Agency dan mantan Rektor Universiti Teknologi Malaysia, tampil sebagai pembicara utama.
Prof Zaini menjelaskan bahwa dunia saat ini telah memasuki era post-normal yang penuh kompleksitas, ketidakpastian, kontradiksi, dan perubahan cepat. Ia menekankan pentingnya transformasi radikal dalam pendidikan tinggi untuk menghadapi tantangan zaman. “Dulu manusia mengeksploitasi alam tanpa batas. Kini, kita hidup di masa yang menuntut pengaturan dan pemaknaan sosial terhadap alam,” ujar Prof Zaini.
Prof. Zaini membagikan kisah dari sebuah pulau terpencil di Swedia, tempat tinggal rekannya Prof. Gustaf Olsson. Di pulau tersebut, warga tidak menggunakan mobil atau televisi, dan mereka beraktivitas dengan berjalan kaki atau bersepeda. Menurutnya, kehidupan seperti itu mencerminkan paradigma baru yang membentuk hubungan sosial dengan alam, selaras dengan nilai-nilai era post-normal.
Post-normal Science
Dalam pemaparannya, Prof Zaini juga menjelaskan asal-usul istilah post-normal science yang muncul pada 1990-an oleh tim dari Silbo Fantomics di Skandinavia. Ilmu ini bertujuan membantu pengambilan keputusan dalam situasi kompleks, seperti isu perubahan iklim yang sarat ketidakpastian dan pertentangan nilai.
Menurutnya, pendidikan tinggi tidak lagi bisa mengandalkan pendekatan linear dan kaku ala Descartes. Ia mendorong pendekatan integratif dan kolaboratif yang menyatukan nilai dan fakta.
“Sekolah Pascasarjana UNAIR telah menerapkan pendekatan post-normal ini, meskipun mungkin belum menyadarinya. Kalian sudah menjalankan program yang mengedepankan dialog, integritas, dan kolaborasi,” kata Prof Zaini.
Menutup kuliah, Prof Zaini mengutip pemikiran Ziauddin Sardar yang menyebut masa kini sebagai Post-Normal Times. Menurutnya, pendidikan tinggi harus siap menghadapi masa transisi ketika sistem lama tak lagi relevan dan sistem baru belum terbentuk sepenuhnya. Ia mendorong mahasiswa dan akademisi untuk membangun cara berpikir yang adaptif, kritis, dan tanggap terhadap perubahan cepat yang terjadi di dunia.
Penulis: Ameyliarti Bunga Lestari
Editor: Edwin Fatahuddin





