Universitas Airlangga Official Website

Kunjungan Para Duta Besar Eropa, Perkuat Kolaborasi dengan Mahasiswa Indonesia

Sesi sambutan dari Direktur AGE, Prof Iman Harymawan SE MBA PhD dan Duta Besar Uni Eropa, HE Denis Chaibi (Foto: PKIP UNAIR)
Sesi sambutan dari Direktur AGE, Prof Iman Harymawan SE MBA PhD dan Duta Besar Uni Eropa, HE Denis Chaibi (Foto: PKIP UNAIR)

UNAIR NEWS – Dalam rangka memperkuat koneksi dan kerjasama pendidikan tinggi antara Uni Eropa dan Indonesia, perwakilan delegasi kedutaan besar negara-negara Eropa untuk Indonesia melakukan kunjungan ke Europe Centre (EUC) UNAIR. Kegiatan ini berlangsung Rabu (1/7/2025) di EUC UNAIR, ASEEC Tower lantai 12, Kampus Dharmawangsa-B, UNAIR. 

Dalam kunjungan ini, hadir HE Denis Chaibi selaku Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia. Hadir pula duta besar dan delegasi dari 12 negara lainnya, seperti Swedia, Belanda, Jerman, Austria, Lithuania, dan lainnya.

Direktur Airlangga Global Engagement (AGE), Prof Iman Harymawan SE MBA PhD menyambut dengan hangat para delegasi dari negara-negara Eropa tersebut. “Selamat datang di tempat yang juga seperti rumah Anda sekalian, yakni EU Centre di UNAIR. EU Centre kami merupakan EU Centre pertama di Indonesia. Pada saat ini, kami telah memiliki 48.000 mahasiswa dengan lebih dari 2000nya adalah mahasiswa internasional yang datang tiap tahun,” ucap Prof Iman.

Foto bersama Direktur AGE dan duta-duta besar delegasi Uni Eropa (Foto: PKIP UNAIR)
Kolaborasi Nasional dan Internasional

Prof Iman menyatakan, tiap tahunnya, UNAIR menerima banyak mahasiswa yang berasal dari Uni Eropa. “Kurang lebih, kami sudah berkolaborasi dengan 28 negara-negara Eropa, baik universitas maupun fakultas. Kami juga menerima banyak mahasiswa eropa seperti dari Belanda, Spanyol, Jerman, dan banyak negara lain,” lanjutnya.

Sebaliknya, Mahasiswa UNAIR juga berangkat ke Eropa untuk menuntut ilmu dalam program pertukaran pelajar, magang, hingga program beasiswa. Hal ini dapat menjadi bentuk strategi pembagunan Indonesia melalui pendidikan tinggi dan penelitian.

Tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa UNAIR, Prof Iman menegaskan bahwa hadirnya EUC pertama di Indonesia yang terletak di UNAIR merupakan bukti nyata kontribusi UNAIR bagi mahasiswa di Indonesia. Kegiatan ini menjadi upaya membangun interaksi langsung untuk mahasiswa, serta memperluas hubungan diplomasi bagi UNAIR dan universitas lain di Indonesia. 

“Hubungan erat Uni Eropa dengan UNAIR ini tidak hanya kami teruskan  kepada fakultas-fakultas kami, dan tidak hanya untuk UNAIR, tetapi juga untuk seluruh mahasiswa di luar UNAIR boleh datang kesini. Kami tidak ingin menerapkan eksklusifitas, sebaliknya, kami ingin menjadi inklusif untuk semua,” tegasnya.

Interaksi Berdampak

Pada kesempatan ini, Duta Besar Uni Eropa, HE Denis Chaibi menjelaskan bahwa adanya interaksi dengan universitas-universitas di Indonesia ini menjadi pendekatan diplomasi yang lebih berdampak. Pasalnya, interaksi iini berfokus pada kolaborasi langsung dengan mahasiswa, dengan EUC UNAIR yang menjembataninya. Denis membandingkan dengan strategi sebelumnya. “Alih-alih melakukan seminar berulang-ulang pada kelompok yang sama, adanya kolaborasi ini membangun platform dialog yang mendorong keterlibatan aktif, memperluas minat, dan memperkuat hubungan antar-masyarakat,” ungkapnya. 

Oleh karena itu, Denis bersama dengan Stefan sebagai wakil duta besar memutuskan untuk membangun jaringan dengan universitas terbaik di Indonesia. Kemudian, kegiatan lebih berfokus kepada dialog langsung, kunjungan, maupun kolaborasi nyata dengan mahasiswa. “Ini merupakan tools yang sangat bermanfaat, yang memungkinkan adanya interaksi yang lebih berdampak antara perwakilan Uni Eropa dengan mahasiswa,” lanjutnya.

Melalui berbagai program hingga informasi beasiswa dan pertukaran pelajar, Duta Besar Uni Eropa itu menekankan ini adalah bentuk diplomasi yang harus dimanfaatkan penuh oleh mahasiswa. Uni Eropa juga secara aktif mempromosikan peluang studi dan beasiswa ke Eropa, termasuk penyelenggaraan European Higher Education Fair dan acara pre-departure untuk awardee beasiswa.

Sementara itu, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert mengungkapkan bahwa negaranya saat ini mendanai program doktoral bagi mahasiswa kedokteran di Universitas Airlangga. Ia juga memuji UNAIR sebagai universitas dengan keterlibatan aktif dan keberagaman mahasiswa yang tinggi dari berbagai wilayah Indonesia.

Penulis : Febriana Putri Nur Aziizah

Editor : Ragil Kukuh Imanto