Universitas Airlangga Official Website

Kunjungi UNAIR, Kedubes Hungaria Singgung Peluang Kerja Sama Akademik

Sesi foto bersama antara pimpinan UNAIR dengan Kedubes Hungaria (Foto: PKIP UNAIR)
Sesi foto bersama antara pimpinan UNAIR dengan Kedubes Hungaria (Foto: PKIP UNAIR)

UNAIR NEWS Universitas Airlangga (UNAIR) menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Hungaria pada Rabu (4/6/2025). Kunjungan Kedubes Hungaria ini membahas potensi besar kolaborasi antara institusi pendidikan di Hungaria dengan UNAIR. Hal itu terwujud dalam pertemuan di Ruang Rektorat Lt 4 Kantor Manajemen Kampus MERR-C UNAIR.

Hadir menerima kunjungan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA Drh; Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi Prof Dr Muhammad Miftahussurur dr M Kes Sp PD KGEH PhD; Direktur Deputi Airlangga Global Engagement (AGE) Dina Septiani PhD; dan Koordinator International Corners AGE, Ahmad Safril Mubah PhD. Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Hungaria diwakili oleh Duta Besar H E Lilla Karsay serta Konsul Atase Kebudayaan dan Pendidikan Patricia Nora Pankovics.

Prof Bambang menyebutkan, UNAIR telah melakukan kerja sama dengan negara-negara Uni Eropa (UE). Dari 27 negara, terdapat 24 negara yang telah menjadi tujuan UNAIR. “Pada dasarnya kami menjalin kerja sama karena potensi dari program International Student Mobility Awards (IISMA). Terdapat sekitar 128 Mahasiswa yang berangkat ke daerah UE. Namun sayangnya program IISMA ini tidak bisa berlanjut karena adanya perubahan kebijakan pemerintah Indonesia,” ungkap Prof Bambang.

(Dari ujung) Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA Drh ; Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi Prof Dr Muhammad Miftahussurur dr M Kes Sp PD KGEH PhD; Koordinator International Corners AGE, Ahmad Safril Mubah PhD (Foto: PKIP UNAIR)
(Dari ujung) Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA Drh; Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi Prof Dr Muhammad Miftahussurur dr M Kes Sp PD KGEH PhD; Koordinator International Corners AGE, Ahmad Safril Mubah PhD (Foto: PKIP UNAIR)

Sementara itu, Prof Miftahussurur membagikan pengalaman UNAIR dalam meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui digitalisasi. Salah satu digitalisasi yang UNAIR lakukan dalam bidang pendidikan adalah penggunaan e-learning. Menurutnya, digitalisasi penting sebagai penghubung sistem informasi sekaligus sebagai poros pengembangan program unggulan. 

“UNAIR telah menginisiasi program e-learning sebagai respons terhadap kebutuhan pembelajaran yang tak terhindarkan. Terutama sejak pandemi COVID-19 yang mengharuskan transisi dari pembelajaran tatap muka langsung,” terang Prof Miftah.

Jalannya diskusi antara pihak UNAIR dengan Kedutaan Besar Hungaria, Ravy (4/6/2025) (Foto: PKIP UNAIR)
Jalannya diskusi antara pihak UNAIR dengan Kedutaan Besar Hungaria, Ravy (4/6/2025) (Foto: PKIP UNAIR)

Lebih lanjut, UNAIR juga menawarkan program menarik bagi mahasiswa asing. Selaku Koordinator International Corners AGE, Safril menambahkan, UNAIR melalui AGE menaungi program unggulan bernama AMERTA. AMERTA (Academic Mobility Exchange for Undergraduate and Master at Airlangga) adalah program pertukaran mahasiswa internasional untuk mengikuti pendidikan di UNAIR selama satu semester. 

“Program ini tersedia bagi mahasiswa internasional yang tertarik dengan sejumlah mata kuliah dengan perspektif unik Indonesia. Misalnya dalam aspek sosial dan budaya, ekonomi, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu kesehatan atau hayati,” ujarnya.

Lilla Karsay menuturkan bahwa kerja sama pendidikan sangat mungkin dijalin oleh kedua belah pihak. Selain program-program pendidikan seperti double degree, triple degree, dan PhD, Hungaria juga menyediakan berbagai beasiswa bagi mahasiswa internasional. 

“Kami membuka kolaborasi sebesar-besarnya terutama untuk UNAIR dengan berbagai fakultas yang ada. Kami juga berharap dapat menjalin kerja sama guest lecture dari UNAIR untuk universitas di Hungaria,” jelas Lilla Karsay.

Lilla menambahkan, saat ini mahasiswa-mahasiswa terbaik dari Hungaria telah terjun dalam kerja sama dengan Indonesia. Terutama di bidang riset dan pengembangan. “Di antaranya adalah kolaborasi edukasi dan nuklir. Selain itu, kami juga menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan MoU di bidang nuklir,” imbuhnya.

Penulis: Arifatun Nazilah

Editor: Yulia Rohmawati