Ini seperti gubahan
tentang sebuah nota yang pernah kucerna
aku masih ingat
saat tangis langit hinggap
menyeka peluhku yang masih tabu untuk mendesah pilu
Mataku masih menatap
tentang ulasan yang tetiba terkenang
saat meramu putih abu-abu
aku masih ingat
desah langit dingin menggigit
Mataku kadang senyap
logika berfikirku kadang tak hinggap
entah sesekali
aku terus meratapi
menyeka sebuah makna
tentang lelahku di depan layar
Penulis: Nui (Pembelajar yang tinggal di nui.afwan@gmail.com)





