UNAIR NEWS – Memperingati Dies Natalis Ke-67, Perpustakaan Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan segudang acara. Salah satunya, Lomba Parikan Jowo.
Person in Charge Lomba Parikan Jowo Agung Budi Kristiawan mengungkapkan, perpustakan ingin turut melestarikan parikan Jowo dengan lomba tersebut. Ia juga berharap, acara tersebut dapat memberikan wadah bagi mahasiswa UNAIR dan pustakawan se-Jawa Timur untuk berkesenian.
“Peserta cukup antusias sekali dalam mengikuti perlombaan ini. Hal ini dapat dilihat dari video yang dikirimkan, penampilan-penampilan mereka cukup all out dan luar biasa. Bahkan mendapatkan nilai-nilai memuaskan dari juri,” tuturnya kepada UNAIR NEWS Kamis (9/6/2022).
Agung juga mengungkapkan, peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Hal tersebut memberikan warna dan keragaman tersendiri dalam setiap parikan.
“Dari seleksi pertama, terpilih lima finalis. Satu mahasiswa UNAIR, satu tim pustakawan Universitas Brawijaya, tiga tim pustakwan dari SMP di Trenggalek,” jelasnya.
Dengan tema Perpustakaan ing Wayah Pandemi, lima finalis unjuk kebolehan di babak final secara langsung pada Selasa (7/6/2022) di Perpustakaan UNAIR Kampus Dharmawangsa B.
Pada kesempatan tersebut, Perpustakaan UNAIR mendatangkan dua juri, yaitu Dosen Fakultas Ilmu dan Budaya (FIB) UNAIR Jalal SSos MHum dan Pustakawan UNAIR Djuwarnik SSos. Penampilan olah parikan menjadi salah satu penilaian yang memberikan poin tinggi bagi para pemenang.
“Penampilan peserta yang berbeda dari video yang ditampilkan juga menjadi kriteria penjurian saat final,” tambah Agung.

Dari penilaian tersebut, terpilih tiga finalis terbaik. Mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR Angger Resi Wicaksana berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi tersebut. Kemudian ada tim pustakawan Universitas Brawijaya di posisi kedua dan diikuti Pustakawan asal SMPN 5 Trenggalek Mistri Utami SPd pada pada posisi ketiga.
Agung mengungkapkan, perpustakaan UNAIR akan kembali mengadakan acara serupa dengan menggandeng mitra yang tertarik pada budaya jawa pada tahun mendatang. Ia juga berencana membuat Lomba Parikan Jowo tersebut dapat diikuti oleh semua kalangan, bukan hanya mahasiswa dan pustakawan.
“Saya berharap dengan diadakannya lomba ini, parikan jowo lebih dihargai lagi, sehingga memunculkan generasi yang mencintai budaya jawa. Perpustakaan dapat menjadi jembatan sehingga fungsi budaya lebih lagi tereksplorasi,” pungkasnya. (*)
Penulis: Alysa Intan Santika
Editor: Feri Fenoria





