UNAIR NEWS – Menjadi sosok ibu, pengajar, sekaligus menempuh pendidikan doktor tentu membawa tantangan tersendiri bagi Alfa Rahmiati. Salah satu tantangannya ialah menjalani proses perkuliahan dalam kelas kecil. Wisudawan yang menempuh program studi Ilmu Akuntansi ini dinobatkan sebagai wisudawan terbaik S3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) periode Juli 2018. Hal ini merupakan kejutan atas usahanya selama ini.
“Pada awalnya kami angkatan 2013 hanya terdapat 10 orang. Kemudian seiring berjalannya pembelajaran menyusut menjadi 7 orang yang bertahan hingga tahap penulisan disertasi,” terang wisudawan yang juga dosen di Departemen Akuntansi FEB UNAIR.
Dalam proses perkuliahan, Alfa mengaku, selalu ditantang untuk siap dengan bahan dan artikel untuk dipresentasikan serta didiskusikan bersama dosen. Di samping itu, kelas kecil membuat giliran kelompok untuk presentasi menjadi cepat berulang. Bahkan, kelompoknya pernah presentasi pada seluruh mata kuliah di hari yang sama.
“Karena sering berulang kami punya istilah 4 L, Lu Lagi Lu Lagi yang presentasi,” tambahnya.
Di samping itu, suasana pembelajaran yang intens juga membuat Alfa lebih mengetahui situasi di berbagai kampus, seperti cara pengajaran serta sistem pembelajaran. Sebab, dalam satu angkatan pengajar berasal dari dosen Perguruan Tinggi Negri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Dalam disertasinya, Alfa mengangkat tentang strategic management accounting. Topik itu berkaitan dengan bagaimana para manajer melakukan kinerja secara berkelompok melalui proses pengambilan keputusan taktis. Dalam penelitiannya, Alfa melibatkan mahasiswa. Sehingga sekaligus mempererat hubungan antara pengajar dan mahasiswa.
“Perkuliahan merupakan tahapan untuk mengembangkan kemampuan diri dan pola pikir. Dengan melakukan penelitian, saya mendapatkan kesempatan untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan. Perubahan pola pikir juga membuat saya memahami bahwa penelitian yang saya ketahui masih sangat kecil dan masih belum mengetahui dunia penelitian yang luas,” tutunya. (*)
Penulis: Siti Nur Umami
Editor: Binti Q. Masruroh





