Di era yang serba digital, literasi kesehatan menjadi salah satu langkah promosi kesehatan yang sering diterapkan untuk mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menciptakan kehidupan suatu individu yang lebih baik untuk lingkungan sekitarnya. Literasi kesehatan mengusahakan adanya kemudahan akses informasi untuk dampak yang positif dalam merangsang kesadaran masyarakat tentang penyakit khususnya keganasan seperti kanker payudara. Kanker payudara masih berada di rangking pertama dunia jenis kanker yang banyak diderita oleh masyarakat. Digitalisasi dalam literasi kesehatan menawarkan pelayanan yang lebih efektif seperti konsultasi online, saran pola makan keseharian, saran durasi dan aktivitas fisik berdasarkan data personal pengguna aplikasi, dan sebagainya. Dari latar belakang tersebut, maka Feranita Kumalasari dan Nathania dibawah bimbingan Dr. Reny I’tishom, M.Si. dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga melakukan studi literatur lebih lanjut yang berfokus pada pengembangan penggunaan telehealth dalam literasi kesehatan untuk penyakit keganasan. Studi literatur yang dilakukan berkaitan dengan keefektifan digitalisasi literasi kesehatan dalam menurunkan angka penderita kanker payudara.
Studi literatur ini dilakukan dengan mencari penelitian terdahulu menggunakan jurnal online melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, artikel online, dan berita yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO). Literatur yang dicari disaring dengan penggunaan kata kunci yang telah ditentukan yakni telehealth, literasi kesehatan, kanker payudara, pelayanan kesehatan, dan fasilitas online. Seluruh referensi literatur yang digunakan dibatasi dalam jangka waktu sepuluh tahun terakhir dan termasuk dalam kategori teks bebas berbayar.
Dari studi literatur ini didapatkan bahwa peran digitalisasi literasi kesehatan untuk mempromosikan program SDGs utamanya poin ketiga dalam mengurangi angka penderita kanker payudara mampu membantu masyarakat lebih mudah dalam mengakses data personal kesehatan mereka. Implementasi telehealth sendiri juga turut mengingatkan masyarakat dengan memberikan saran jadwal medical check – up dan pola hidup sehat sehari – hari. Dengan begitu, target untuk mendukung langkah promosi kesehatan SDGs melalui peningkatan kesadaran masyarakat tentang kanker payudara dari digitalisasi literasi kesehatan dapat dicapai secara efektif.
Kesimpulan yang didapat dari studi literatur ini yaitu penggunaan telehealth dalam digitalisasi literasi kesehatan terbukti memberikan dampak yang signifikan dalam merangsang kesadaran masyarakat khususnya terkait kanker payudara, yang mana mampu mendukung penurunan angka penderita kanker payudara di dunia.
Judul Artikel: Health Literacy by Telehealth Apps to Decrease Breast Cancer Diagnosed
Penulis: Feranita Kumalasari, Nathania, Reny I’tishom
Link Artikel: https://e-journal.unair.ac.id/PROMKES/article/view/52759/27779





