UNAIR NEWS – Kabar gembira datang dari salah satu organisasi mahasiswa (ormawa) tingkat fakultas atau Badan Semi Otonom (BSO) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR). Paguyuban Karawitan Sastra Jendra (Pakar Sajen) dengan bangga sabet juara terbaik 1 Kategori Pendukung Ormawa Terlengkap dalam ajang Abdidaya Ormawa.
Kegiatan itu merupakan final dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) yang diselenggarakan oleh Belmawa Dikti. Acara itu dibuka pada Jumat (7/12/2023) dan ditutup dengan malam penganugerahan pada Sabtu (9/12/2023) di Universitas Jember.
Sebelumnya, BSO Pakar Sajen mengusung fokus Desa Seni Budaya sebagai tema yang diangkat dalam kegiatan PPK Ormawa. Kegiatan itu dilakukan secara bertahap yakni pada bulan Juli – Agustus untuk penerjunan pertama di Desa Dayu, Kabupaten Blitar, dan November untuk penerjunan kedua.
BSO Pakar Sajen menyoroti adanya penurunan eksistensi dan juga regenerasi yang stagnan pada salah satu kesenian ikonik desa yakni Jaranan Mataraman. Selain itu, Blitar sebagai salah satu penghasil terbaik gula kelapa menjadi salah satu yang disayangkan karena produksi gula kelapa masih sebatas bahan mentah.
Kedua hal tersebut yang kemudian mendorong BSO Pakar Sajen dalam upaya meningkatkan pemberdayaan desa melalui integrasi dan kolaborasi mitra. Kegiatan BSO Pakar Sajen juga mendukung tiga poin SDGs yakni Gender Equality melalui pelibatan ibu-ibu PKK yang juga produsen gula kelapa dalam inovasi olahan. Poin Decent work and Economic Growth yakni revitalisasi kesenian dan olahan gula kelapa sebagai ikonik desa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Hingga poin Sustainable Cities and Communities dalam regenerasi kesenian dan keberlanjutan inovasi olahan gula kelapa.
Komitmen Tim
Imam Ghazi, Ketua Pelaksana mengungkapkan bahwa bukan hal mudah dalam mempertahankan komitmen anggota dalam melanjutkan kegiatan yang berlangsung lima bulan berturut-turut. Ia sebelumnya tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan visitasi Belmawa Dikti yang artinya lolos Abdidaya Ormawa.
“Dengan jumlah Tim Pelaksana yang hanya 10 orang sebenarnya masih sangat kewalahan dalam mengurus berbagai hal yang kami usung untuk desa, belum lagi problematika yang hadir tanpa dugaan. Kehadiran tim Ormawa sangat membantu kami dalam pelaksanaan seluruh rangkaian program,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan itu ada banyak pelajaran yang ia dapat sebagai seorang pemimpin. Secara umum, ia juga mengamati bahwa program itu mendorong banyak perubahan terutama bagi anggotanya.
“Ada banyak hal yang saya syukuri selama menjalani kegiatan ini. Problem solving hingga manajemen waktu dan dana menjadi salah satu pelajaran berharga. Anggota saya juga banyak memiliki perubahan dibanding sebelumnya.”
Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia itu menyatakan bahwa lolos Abdidaya saja sudah menjadi kebanggan tersendiri. Berkumpul bersama 148 universitas lain dari seluruh Indonesia bukanlah hal sepele dan patut disyukuri, terlebih mendapatkan penghargaan tersebut.
“Ini adalah kerja keras tim BSO Pakarsajen, semua hasil jerih payah bersama. Menyandang Terbaik 1 Pendukung Ormawa Terlengkap merupakan hal yang benar adanya. Teman-teman ormawa telah memberikan dukungan yang luar biasa dalam seluruh program. Hal ini harus dilanjutkan dan dipertahankan. Pencapaian yang semoga kedepannya bisa lebih baik lagi.”
Penulis : Ilma Arrafi Nafi’a
Editor : Khefti Al Mawalia





