Universitas Airlangga Official Website

LPMB UNAIR Dorong Transparansi Keterlibatan SDGs dalam KKN-BBK 

Dr Nurina Fitriani ST saat menyampaikan materi terkait kegiatan KKN-BBK berbasis SDGs. (Foto: PKIP UNAIR)
Dr Nurina Fitriani ST saat menyampaikan materi terkait kegiatan KKN-BBK berbasis SDGs. (Foto: PKIP UNAIR)

UNAIR NEWSSustainable Development Goals (SDGs) merupakan cita-cita global yang menuntut peran aktif perguruan tinggi dalam mewujudkannya. Universitas Airlangga  (UNAIR), sebagai institusi yang konsisten menjaga komitmen tersebut, terus mengintegrasikan SDGs dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. 

Komitmen ini salah satunya terwujud melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) bagi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK). Kegiatan diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR selama dua hari, mulai dari Jumat (25/9/2025) hingga Sabtu (26/9/2025) di Aula Garuda Mukti, Gedung Kantor Manajemen, Kampus MERR-C. 

Sekretaris LPMB UNAIR, Dr Nurina Fitriani ST, menjadi pembicara yang hadir untuk menyampaikan materi pengantar kegiatan KKN-BBK berbasis SDGs. Dr Nurina menjelaskan bahwa SDGs lahir dari keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di dunia. Program ini diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada tahun 2015 sebagai kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs). Terdapat 17 poin SDGs yang dikategorikan menjadi empat pilar utama, mencakup pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. 

Dalam hal ini, Dr Nurina menegaskan bahwa Universitas Airlangga (UNAIR) telah memberikan kontribusi nyata dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kompleks di masyarakat. Kontribusi ini terlihat dari pencapaian gemilang UNAIR yang menduduki peringkat ke-9 dunia menurut Times Higher Education  Impact Rankings. Pada berapa poin SDGs, UNAIR dapat bersaing dengan perguruan tinggi di seluruh dunia, seperti pencapaian peringkat pertama SDG 6, peringkat ketiga SDG 1, peringkat keempat SDG 5, dan peringkat ke-29 SDG 9.

Sebelum berakhirnya program SDGs pada tahun 2030 mendatang, Dr Nurina mengatakan bahwa UNAIR akan meningkatkan fokusnya pada SDGs yang masih belum mencapai peringkat strategis di ranah global. Beberapa di antaranya adalah SDG 9, SDG 4, SDG 10, SDG 8. 

“Terdapat urutan untuk mengklasifikasikan pencapaian SDGs UNAIR di ranah global, mulai dari warna biru berarti masuk 30 besar dunia, warna kuning 30-70 dunia, dan merah peringkat ratusan. Harapannya, yang merah-merah ini bisa meningkat ke posisi kuning melalui integrasinya dalam program BBK,” ucapnya.

Pada dasarnya, kegiatan pengabdian masyarakat, khususnya KKN-BBK, yang dilaksanakan UNAIR telah mencakup poin-poin SDGs meskipun tidak diberikan keterangan secara langsung. Namun, untuk memenuhi ketetapan global, Dr Nurina menegaskan bahwa DPL dan mahasiswa perlu mengungkap secara terbuka keterlibatan SDGs pada program-program yang akan diusung melalui luaran KKN-BBK. Di antaranya artikel berita media massa, dokumentasi kegiatan (foto dan laporan), produk audio visual dan video, serta book chapter.

Pada akhir, Dr Nurina menyampaikan beberapa contoh kegiatan yang telah dilakukan SDGs Center UNAIR sebagai referensi program KKN-BBK, seperti membangun sumur bor untuk memfasilitasi kebutuhan air masyarakat dan konservasi air di hulu Sungai Brantas. “Mungkin kegiatan tersebut dapat diduplikasi maupun diimprovisasi oleh bapak/ibu ketika membimbing mahasiswa BBK nantinya,” pungkasnya.

Penulis: Selly Imeldha

Editor: Khefti Al Mawalia