Universitas Airlangga Official Website

Magang di INKA, Mahasiswa FTMM Terlibat dalam Proyek Kereta Api

Muhammad Rafi Athallah Jatmiko dengan salah satu kereta api buatan PT INKA (Sumber: Rafi)
Muhammad Rafi Athallah Jatmiko dengan salah satu kereta api buatan PT INKA (Sumber: Rafi)

UNAIR NEWS – Kegiatan magang merupakan peluang emas bagi mahasiswa untuk menjelajah di dunia kerja. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyediakan beragam pilihan program magang yang dapat mahasiswa ikuti. Salah satunya adalah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM). Muhammad Rafi Athallah Jatmiko mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) tengah menjalani PK-KM di PT Industri Kereta Api (INKA) (Persero). Menurutnya, pengalaman kerja yang semakin kompetitif menjadi salah satu aspek penting bagi para perekrut.  

Membaurkan Ilmu Elektronika dan Pemrograman

Mahasiswa yang biasa disapa Rafi itu mengatakan bahwa melalui kegiatan magang ini mahasiswa dapat mengonversi SKS sebanyak 20 – 24 SKS. Sehingga, tidak ada mata kuliah yang tertinggal selama mengikuti magang. Kegiatan magang dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengeksplor topik penelitian yang dapat digunakan dalam menyusun skripsi.

“Banyak sekali topik yang tersedia di perusahaan magang, terlebih saya berada di Departemen Sistem dan Komponen Tier 1. Fokus posisi saya pada pengembangan komponen kereta. Seperti bogie monitoring yang pekerjaannya memiliki hubungan dengan mata kuliah elektronika dan pemrograman,” ucap mahasiswa Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (TRKB) itu.

Potret Muhammad Rafi Athallah Jatmiko bersama rekan-rekan magang di PT INKA (Sumber: Rafi)

Di departemen tersebut, Rafi tengah aktif mengerjakan proyek bogie monitoring pada kereta. Sebuah inovasi yang berpotensi mengubah masa depan industri perkeretaapian. Ia sedang mengembangkan alat yang akan memantau kondisi kereta secara real-time dan menentukan apakah kereta perlu perawatan. Pemantau tersebut dilengkapi dengan beberapa sensor seperti sensor getar, suhu, dan tekanan untuk rem kereta.

Akrab dengan Industri Perkeretaapian

Kegiatan magang di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut bukan hanya sekadar pekerjaan rutin. Melainkan, jendela ajaib yang dapat membawa mahasiswa ke dalam dunia pembuatan kereta api. Rafi mengaku pengalaman yang ia dapat melalui magang di INKA telah membuka mata dan memberinya perspektif yang tak tergantikan.

“Kalau tidak magang di INKA, saya tidak akan menyaksikan setiap langkah dari proses pembuatan kereta api dari awal hingga akhir sebelum didistribusikan. Selain itu, saya dapat melihat proyek lainnya seperti Light Rail Transit (LRT), Battery Tram, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, mahasiswa yang magang di sini mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam uji coba kereta hybrid pertama di Indonesia,” tuturnya.

Rafi meyakini bahwa belajar melalui magang adalah cara terbaik untuk menggabungkan teori dengan praktik. Magang merupakan wahana untuk mengasah kemampuan, menyelesaikan tantangan, dan meraih kesuksesan dalam dunia kerja yang kompleks.

“Saya berharap, semoga pengalaman berharga di lingkungan BUMN ini akan menjadi bekal berharga yang dapat memperkuat peluang sukses di masa depan ketika memasuki dunia kerja,” tutup mahasiswa angkatan 2020 itu.

Penulis: Maissy Ar Maghfiroh

Editor: Binti Q. Masruroh