UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga memiliki cara yang berbeda untuk mempererat dan membangun kekompakan mahasiswa baru. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengabdian kepada masyarakat menjadi kegiatan unggulan BEM FK UNAIR untuk mendidik mahasiswa baru menjadi insan yang lebih peduli terhadap kesehatan di masyarakat.
Kali ini, kegiatan yang bertajuk Aksi Sosial untuk Negeri (AKSON) FK UNAIR 2017, menjadi agenda akbar yang sepenuhnya ditangani oleh mahasiswa baru FK UNAIR angkatan tahun 2017. Setidaknya, ada 300 mahasiswa baru FK UNAIR terlibat dalam acara yang dilangsungkan pada hari Minggu (8/10).
Pada kesempatan yang bakal menjadi sejarah bagi mahasiswa baru FK UNAIR 2017 tersebut, Iqbal Mubarok selaku ketua panitia menuturkan, kegiatan yang berada dalam naungan Departemen Pengmas BEM FK UNAIR tersebut menjadi salah satu wadah untuk mewujudkan masyarakat yang sehat.
“Karena seperti kata pepatah bahwa dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat,” terangnya.
Mahasiswa baru yang akrab disapa Iqbal tersebut juga mengatakan, acara pengmas yang berlangsung di Taman Bungkul tersebut dibuka dengan senam otak. Senam itu sendiri, menurut Iqbal merupakan cara yang tepat untuk menghindari manusia dari penyakit pikun. Selain itu, dengan mengenakan kaos berwarna ungu, tim AKSON FK UNAIR 2017 juga melakukan tes kesehatan seperti tes gula darah, tekanan darah, kolesterol, asam urat, dan masih banyak tes kesehatan lainnya.
“Untuk yang melakukan tes memang ada senior kami yang sudah punya pengalaman,” terangnya.
Di akhir Iqbal mengatakan, keberhasilan dan kelancaran acara bukan menjadi prioritas utama. Pasalnya, hal yang jauh lebih penting bagi ia dan rekan-rekan satu angkatan adalah adanya kekompakan dan kebersamaan. Segala persiapan aksi sosial mulai dana dan keperluan pengmas sepenuhnya ditangani Iqbal dan rekan-rekan.
“Tujuan utama kegiatan ini memang bukan keberhasilan program, tapi kerja sama satu angkatan. Selain itu, kekompakan dan saling kenal antara satu sama lain menjadi hal utama,” pungkasnya. (*)
Penulis : Nuri Hermawan
Editor : Binti Q. Masruroh





