UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Desa Sekarkurung melaksanakan program kerja bertajuk Eco Sign sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, Minggu (25/01/2026). Kegiatan ini berlangsung di Taman depan TPQ Al-Mukhlisin, Desa Sekarkurung, Kabupaten Gresik, pada pukul 06.00–10.00 WIB.
Program Eco Sign merupakan kegiatan berbasis lingkungan yang difokuskan pada pembuatan dan pemasangan palang himbauan kebersihan di titik-titik yang rawan terjadi penumpukan sampah. Palang tersebut memuat pesan edukatif mengenai dampak sampah, khususnya sampah plastik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai, sebagai bentuk strategi komunikasi visual untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan kerja bakti bersama warga Perumahan Wiharta, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan palang himbauan di lokasi strategis agar mudah terlihat dan dipahami oleh masyarakat. Kegiatan ini melibatkan 30 warga Desa Sekarkurung dan 9 mahasiswa BBK 7, sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya timbunan sampah di Kabupaten Gresik yang diperkirakan mencapai sekitar 400 ton per hari, sementara pelayanan pengelolaan sampah masih menghadapi berbagai tantangan. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.
Penanggung jawab kegiatan, Kanza Mahira Shafa Edsav Putri, menyampaikan bahwa Eco Sign diharapkan dapat menjadi media pengingat yang efektif bagi masyarakat. “Melalui pemasangan palang himbauan, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan turut menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Program Eco Sign berkontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui penciptaan lingkungan yang sehat, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dalam mewujudkan permukiman yang bersih dan nyaman, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui edukasi pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Penulis: Farah Fauziyah





