Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa BBK-7 Hadirkan Terapi Komplementer Kompres Jahe Merah di Desa Sebayi

Mahasiswa BBK (Belajar Bersama Komunitas) ke-7 Universitas Airlangga kenalkan terapi komplementer berupa kompres air hangat jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) kepada masyarakat Desa Sebayi, Kecamatan Gemarang, (Foto: Dok. Tim)

UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK (Belajar Bersama Komunitas) ke-7 Universitas Airlangga (UNAIR) kenalkan terapi komplementer berupa kompres air hangat jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) kepada masyarakat Desa Sebayi, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Senin (12/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan sekaligus menawarkan alternatif nonfarmakologis dalam membantu meredakan nyeri akibat asam urat yang mudah diterapkan. Dengan kolaborasi antara mahasiswa dengan bidan dan perawat Desa Sebayi, kegiatan ini menyasar kelompok usia lanjut yang rentan terserang asam urat di Dusun Ketupu.

Asam urat merupakan salah satu keluhan utama masyarakat di Desa Sebayi, terutama kelompok usia lanjut. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai manfaat jahe merah dalam sebagai terapi pendamping. Masyarakat juga mendapatkan pembekalan pengetahuan mengenai cara pembuatan dan penggunaan kompres air hangat jahe merah. Tujuannya agar mereka dapat menerapkannya secara mandiri di rumah. Selain terapi komplementer, mahasiswa BBK 7 juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi lansia meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta kadar asam urat.

Mahasiswa BBK (Belajar Bersama Komunitas) ke-7 Universitas Airlangga kenalkan terapi komplementer berupa kompres air hangat jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) kepada masyarakat Desa Sebayi, Kecamatan Gemarang (Foto: Dok. Tim)

Pelaksanaan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari warga. Peserta tidak hanya mengikuti sosialisasi, tetapi juga berdiskusi tentang keluhan yang dirasakan. Bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lanjutan, pemberian obat dilakukan sesuai indikasi atas pendampingan bidan dan perawat desa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut mendukung SDGs 3 (Good Health and Well-Being) dengan meningkatkan insight masyarakat desa akan pentingnya menjaga kesehatan jika terdapat riwayat penyakit asam urat. Kegiatan ini juga mendukung SDGs 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Yaitu jahe merah yang diolah secara sederhana dan digunakan secara optimal sebagai kompres. Sehingga, mendorong penggunaan bahan alami yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan edukasi kesehatan mengenai terapi komplementer berupa kompres jahe merah. Harapannya masyarakat tidak lagi menjadikan obat kimiawi sebagai andalan dalam penatalaksanaan nyeri akibat asam urat. Melainkan juga memanfaatkan bahan alami yang lebih sehat dan tanpa efek samping.

Penulis: Kelompok BBK 7 Desa Sebayi, Gemarang, Madiun

Editor: Yulia Rohmawati