Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa BBK 7 Jatijejer Bekali Edukasi Terkait Zona Aman Anak

UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) yang melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Jatijejer pada (12/01/2026) menginisiasi program edukasi bertajuk “Zona Aman: Kenali Tubuhku, Lindungi Diriku” bagi siswa kelas 1, 2, dan 3 SDN Jatijejer, Kecamatan Trawas. Program ini digelar sebagai langkah preventif terhadap meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak. Berdasarkan data UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Mojokerto, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 60 kasus kekerasan, meningkat 11 kasus dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 49 laporan.

Melihat kondisi tersebut, Tim BBK 7 Universitas Airlangga memandang perlunya intervensi edukatif sejak usia dini. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa sekolah dasar di Desa Jatijejer, salah satu siswa menyampaikan, “Aku sudah tahu pacaran dari teman dan sering lihat, tapi belum tahu kalau ada bagian tubuh yang nggak boleh disentuh” sehingga diperlukan pemahaman yang lebih memadai mengenai batasan tubuh, privasi, serta perlindungan diri bagi anak sejak dini.

Dalam sesi edukasi yang berlangsung interaktif, siswa dibekali pemahaman krusial mengenai konsep “zona aman” tubuh, mencakup bagian yang boleh disentuh, perlu diwaspadai, serta tidak boleh disentuh tanpa izin. Melalui bahasa sederhana, ilustrasi visual, dan simulasi yang atraktif, siswa tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga dilatih untuk berani berkata “tidak” terhadap sentuhan tidak pantas serta sigap mengambil langkah penyelamatan diri, seperti berteriak meminta pertolongan, menjauh ke tempat ramai, dan melapor kepada orang dewasa terpercaya, sebagai upaya memperkuat perlindungan diri dan mencegah kekerasan sejak usia dini.

Program ini sejalan dengan SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan pembelajaran yang aman, inklusif, dan berorientasi pada penguatan karakter, serta SDGs 5 tentang Kesetaraan Gender melalui penanaman kesadaran bahwa setiap anak, tanpa memandang jenis kelamin, memiliki hak yang sama atas rasa aman, perlindungan, dan penghormatan terhadap tubuhnya.

Sebagai evaluasi, peserta didik diberikan sejumlah pertanyaan sederhana untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir seluruh anak mampu menjawab dengan tepat, menandakan bahwa mereka telah memahami materi yang dijelaskan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode penyampaian yang interaktif dan ramah anak efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu perlindungan diri.

Penulis: BBK7 Jatijejer Universitas Airlangga