UNAIR NEWS – Kelompok BBK 7 Universitas Airlangga Kelurahan Manyar Sabrangan II melaksanakan program kerja edukatif bertajuk Sahabat UMKM sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pemberdayaan ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Balai RW 03 Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, dengan sasaran pelaku usaha mikro dan toko kelontong di wilayah setempat.
Program Sahabat UMKM dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola usaha secara tertib, profesional, dan berkelanjutan. Fokus utama kegiatan ini meliputi edukasi pembukuan sederhana, peningkatan literasi keuangan, serta pendampingan pemahaman sertifikasi halal sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha masyarakat.
Implementasi Ilmu yang Berdampak
Kegiatan Sahabat UMKM difokuskan pada peningkatan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan modal usaha, serta perencanaan keuangan yang tepat. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi terkait pembuatan QRIS dan prosedur sertifikasi halal guna meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.
Materi disampaikan secara komunikatif dan aplikatif oleh narasumber dari Bank Mandiri, dengan disertai contoh langsung yang relevan dengan kondisi usaha warga. Mahasiswa BBK 7 berperan aktif sebagai fasilitator dan pendamping selama kegiatan berlangsung, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan partisipatif. Melalui pendekatan ini, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, meskipun pelaksanaan dihadapkan pada kondisi cuaca hujan. Sekitar 80% peserta dari target yang ditetapkan tetap hadir dan mengikuti kegiatan hingga selesai. Sebagian besar peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan keluhan terkait pengelolaan keuangan usaha, pembukuan, serta proses sertifikasi halal.
Kontribusi terhadap SDGs
Program Sahabat UMKM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) melalui penguatan kapasitas ekonomi pelaku usaha mikro agar mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan tata kelola usaha yang profesional dan berorientasi pada inovasi, serta SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan memberikan akses edukasi dan pendampingan usaha yang merata bagi masyarakat.
Apresiasi dan Respons Peserta
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan kesan, kritik, serta saran terkait edukasi yang diberikan. Beberapa pelaku UMKM mengaku baru pertama kali memahami pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta merasa terbantu dengan penjelasan mengenai sertifikasi halal dan sistem pembayaran non-tunai.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru dalam mengelola usaha secara lebih terstruktur. Edukasi yang diberikan dinilai relevan dengan kebutuhan usaha kecil yang selama ini masih dijalankan secara sederhana dan tradisional.
Harapan
Melalui program Sahabat UMKM, mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha mikro di Kelurahan Manyar Sabrangan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya pendampingan yang berkelanjutan antara mahasiswa, pelaku UMKM, dan pengurus wilayah, sehingga pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat terus berkembang secara inklusif dan berdaya saing.
Penulis: BBK 7 Manyar Sabrangan II





