Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa BBK-7 UNAIR Dorong Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Desa Jatidrojog

Mahasiswa BBK-7 UNAIR Dorong Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Desa Jatidrojog
Mahasiswa BBK-7 UNAIR Dorong Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Desa Jatidrojog

UNAIR NEWS—Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga melaksanakan program penguatan ekonomi masyarakat di Desa Jatidrojog, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, melalui dua program kerja utama bidang ekonomi, yaitu Level Up, UMKM Jatidrojog! dan Sosialisasi Edukasi Literasi Keuangan Keluarga. Program ini menargetkan masyarakat di Dusun Janggol, Dusun Jati, dan Dusun Drojog sebagai upaya meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga serta daya saing usaha lokal.

Program Sosialisasi Edukasi Literasi Keuangan Keluarga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga yang sehat, sederhana, dan terencana. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif setelah acara tahlilan di Dusun Janggol dan Dusun Drojog pada tanggal 22 dan 25 Januari 2026. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat desa, meliputi pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pentingnya dana darurat, serta pengenalan investasi keluarga sederhana berbasis aset fisik yang aman. Penyampaian dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta pre-test dan post-test sederhana sebagai evaluasi pemahaman peserta.

“Materi yang disampaikan mahasiswa Unair, terkait investasi dan keuangan sangat luar biasa sekali, karena dampaknya masuk ke semua lini kehidupan Desa Jatidrojog,” kata Pak Deddy, Kepala Dusun Drojog.

Sementara itu, program Level Up, UMKM Jatidrojog! difokuskan pada pendampingan digitalisasi UMKM guna meningkatkan visibilitas dan jangkauan pemasaran usaha desa yang sebelumnya masih bergantung pada pembeli dari lingkungan sekitar. Program ini dilaksanakan pada 19–21 Januari 2026 melalui pendampingan secara one on one di lima UMKM, yaitu Dunia Keripik Bu’E Anggun dan Kerupuk Bawang Dapur Mama Mia (Dusun Drojog), Dapoer Hafshah dan Toko Inayah (Dusun Janggol), serta Toko Mama Nurul (Dusun Jati). Pendampingan meliputi pembuatan akun Google Business dan WhatsApp Business, pengunggahan produk ke Shopee, pembuatan logo, foto toko, konten promosi, serta ulasan usaha, yang disesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan masing-masing UMKM.

“Kunjungan dan pendampingan digitalisasi dari BBK ini sangat membantu kami dalam memasarkan UMKM kami, bukan hanya di lingkup desa saja, melainkan ke luar desa juga. Pemanfaatan Google dan pasar online membantu UMKM kami dikenal banyak orang,” ujar Reny, pemilik UMKM Dapoer Hafshah.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan baik dan diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang serta berkontribusi pada pencapaian SDG 4 (Quality Education) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Jatidrojog.

Penulis: Sharon Ivana Christian