Dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) Unair Dukuh Sutorejo IV melakukan inovasi baru dalam pengolahan makanan yang bisa menjadi ide baru bisnis Food and Beverage, atau opsi masakan keluarga yang ekonomis, tapi tetap bergizi.
Melalui kegiatan demo masak interaktif yang dilangsungkan pada 28 Januari 2026 dari pukul 10.00 hingga 12.00 di Balai RW 03 Dukuh Sutorejo, belasan anggota KSH datang secara antusias untuk menghadiri acara social yang ditujukan untuk memberikan ide bisnis. Apabila biasanya dimsum terbuat dari hanya udang atau ayam, Mahasiswa BBK 7 Dukuh Sutorejo IV berkreativitas dengan bahan baku ikan lele. Ikan lele memiliki kandungan protein yang tinggi, dan harga pasaran yang cenderung lebih terjangkau. Selain itu, belum banyak olahan ikan lele yang dijual di pasaran, sehingga olahan dimsum ini bisa menjadi ide bisnis yang bisa dipertimbangkan, mengingat polularitasnya di berbagai kalangan.
Masyarakat yang datang disediakan bumbu masak dan bahan sesuai resep yang dibagikan, laku mereka diperbolehkan untuk mempraktikkan sendiri tahapan masaknya. Dengan harga bahan yang murah dan durasi memasak yang terbilang singkat, mahasiswa dan partisipan acara dapat menghasilkan lebih dari 30 buah dimsum dalam satu kali sesi masak. Salah satu masyarakat yang hadir dalam demo tersebut mengaku bahwa inovasi ini unik dan bisa menjadi potensi bisnis. “Saya baru pertama kali mendengar dimsum terbuat dari lele. Tapi di luar dugaan, hasilnya sangat enak, lembut, dan tidak amis. Biasanya lele ‘kan hanya dimasak dengan cara digoreng, jadi banyak yang belum tahu bahwa ternyata dengan bahan yang sama, kitab isa menghasilkan produk layak jual dan cocok dijadikan camilan di rumah.”
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan bahan pangan lokal, sekaligus membuka peluang usaha kuliner berbasis potensi daerah. Melalui pelatihan pembuatan dimsum berbahan baku ikan lele, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga turut mendukung pencapaian SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Inisiatif ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa UNAIR dalam meningkatkan ketahanan pangan, nilai gizi, serta kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
Penulis: Mahasiswa BBK 7 UNAIR Dukuh Sutorejo IV





