Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa BBK 7 UNAIR Gelar Edukasi Bahaya Narkoba, Seks Bebas, dan Pernikahan Dini pada Remaja

UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan Sosialisasi Posyandu Remaja pada Minggu, 18 Januari 2026, sebagai bagian dari program bidang garap kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Paji, Kecamatan Pucuk, mulai pukul 07.30 hingga 11.30 WIB, dengan sasaran remaja tingkat SMP dan SMA.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa BBK 7 UNAIR sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sejak usia dini. Sebanyak 67 remaja Desa Paji tercatat mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Pelaksanaan kegiatan dikoordinatori oleh PIC kegiatan, Puspa, bersama seluruh anggota tim BBK 7.

Rangkaian kegiatan diawali dengan  pemeriksaan kesehatan remaja berupa penimbangan berat badan, tinggi badan, tekanan darah, serta pemberian tablet penambah darah oleh bidan desa paji beserta kader posyandu sebagai bentuk pemantauan kondisi kesehatan awal remaja. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung keberlanjutan Posyandu Remaja sebagai wadah pelayanan dan edukasi kesehatan di Desa Paji.

Sambutan dari Bapak Sutaji selaku perwakilan perangkat desa paji yang menyoroti kondisi remaja saat ini, khususnya terkait kebiasaan merokok di usia dini yang termasuk dalam jenis narkoba.

“Sekarang ini, remaja usia 14 sampai 15 tahun sudah banyak yang merokok. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita semua karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan masa depan generasi muda,” ujar Bapak Sutaji.

Selain itu, Ketua Tim PKK Desa Paji, Ibu Rika Fatmawati menegaskan bahwa edukasi mengenai seks bebas dan pernikahan dini memiliki peran penting dalam mencegah permasalahan kesehatan jangka panjang, salah satunya stunting. “Edukasi tentang seks bebas dan pernikahan dini sangat penting. Pernikahan di usia yang belum matang secara fisik dan mental berisiko meningkatkan kejadian stunting. Dengan edukasi sejak remaja, kita turut melakukan pencegahan stunting di masa depan,” jelasnya.

Selanjutnya, kegiatan edukasi yaitu penyampaian materi edukatif mengenai bahaya narkoba, seks bebas, serta pernikahan dini oleh 2 narasumber dari dosen Farmasi UNAIR yaitu apt. Chrismawan Ardianto, M.Sc. Ph.D dan apt. Febri Annuryanti, M.Sc., Ph.D. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh peserta serta mendorong remaja untuk mampu mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan Sosialisasi Posyandu Remaja ini (why), mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap perilaku hidup sehat serta mencegah berbagai perilaku berisiko. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi nonformal yang mendukung pembentukan karakter serta pola pikir remaja yang positif.

Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 5 (Kesetaraan Gender). Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan dan kolaborasi antara perangkat desa, kader posyandu, tenaga kesehatan, serta mahasiswa BBK 7 UNAIR, yang bersama-sama berperan aktif dalam menciptakan lingkungan desa yang peduli terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda.