UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga melaksanakan program kerja lingkungan bertajuk “Lingkungan Tertata, Warga Berdaya” di RT 01 RW 02 Kelurahan Kejawan Putih Tambak pada Minggu (11/1/2026). Program ini bertujuan mendukung pengelolaan lingkungan partisipatif melalui edukasi pemilahan sampah dan pemanfaatan limbah organik menjadi ekoenzim.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi lapangan yang menunjukkan bahwa kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan sudah cukup baik. Namun, mahasiswa BBK 7 UNAIR menilai masih perlu adanya penguatan pemahaman praktis serta fasilitas pendukung. Hal tersebut perlu terwujud agar pengelolaan sampah rumah tangga dapat berlangsung secara mandiri dan berkelanjutan.
Edukasi Lingkungan Berbasis Partisipasi Warga
Program “Lingkungan Tertata, Warga Berdaya” terlaksana dengan pendekatan edukatif sekaligus aplikatif. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak warga terlibat langsung dalam praktik pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah organik.
Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan, serta SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi ekoenzim.
Praktik Pemilahan Sampah dan Pembuatan Ekoenzim
Rangkaian kegiatan berawal dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua Pelaksana Kegiatan serta tokoh masyarakat setempat. Pada sesi inti, edukasi disampaikan oleh Dr Miyayu Soneta Sofyan drh MVet, dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Ia memaparkan pentingnya pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
Warga kemudian mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pembuatan ekoenzim dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga. Proses bermula dari pemotongan bahan, pencampuran, hingga pemahaman tahapan fermentasi agar dapat berjalan secara mandiri.
“Ekoenzim merupakan solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi sampah organik sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Dr Miyayu Soneta Sofyan.
Dukungan Keberlanjutan Program BBK
Dosen Pembimbing Kelompok Kejawan Putih Tambak, Dr Yeni Dhamayanti drh MKes, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Menurutnya, keterlibatan aktif warga menjadi kunci agar praktik pengelolaan lingkungan dapat terus berlanjut setelah kegiatan BBK selesai.
Sebagai bentuk dukungan, mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga menyerahkan bak sampah karet dan prototipe ekoenzim secara simbolis kepada warga RT 01 RW 02. Melalui program ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih mandiri.
Penulis: Tim Mahasiswa BBK 7 Kelurahan Kejawan Putih Tambak
Editor: Ragil Kukuh Imanto





