Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa KKN-BBK UNAIR Edukasi Penyakit TBC di Desa Lamongrejo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 6 Universitas Airlangga (UNAIR) saat penyuluhan kepada warga desa mengnai TBC pada Jumat (25/7/2025) di Balai Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.. (Sumber: Penulis)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 6 Universitas Airlangga (UNAIR) saat penyuluhan kepada warga desa mengnai TBC pada Jumat (25/7/2025) di Balai Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.. (Sumber: Penulis)

UNAIR NEWS – Setiap tahun Indonesia mengalami peningkatan angka kematian karena penyakit tuberkulosis (TBC). Menanggapi persoalan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 6 Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan penyuluhan untuk mengedukasi warga desa terkait TBC. Agenda sosialisasi bertajuk BAKTI Mulia Lawan TBC: Bersama Aksi Tanggap Menginspirasi ini berlangsung pada Jumat (25/7/2025) di Balai Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. 

Ketua Tim KKN-BBK, Kaila Libina, mengatakan bahwa kegiatan ini diinisiasi sebab sebagian besar masyarakat Desa Lamongrejo belum mengenal rinci mengenai TBC. Hal ini juga yang menyebabkan penyakit TBC cepat menular dan menjangkit masyarakat desa. 

“Perangkat Desa Lamongrejo bilang kepada kami kalau ada satu warga mengidap TBC. Namun, menurut kami tidak hanya satu orang itu saja yang terkena penyakit TBC, karena ini jenis penyakit menular,” tuturnya.

Mengenal TBC

Pada agenda penyuluhan itu, tim KKN-BBK mengenalkan detail penyakit TBC. TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Biasanya kuman ini akan menyerang paru-paru. Namun, tidak menutup kemungkinan kuman ini dapat menyerang organ lain, seperti tulang, ginjal, dan otak. Individu yang terjangkit penyakit ini akan menjumpai gejala, seperti batuk berkepanjangan dan berdarah hingga dua minggu, sesak, nyeri dada, demam, berat badan turun, dan lemas. 

TBC dapat menular lewat dahak dari pasien aktif ketika batuk atau bersin. Maka dari itu, Kaila dan tim BBK-UNAIR senantiasa mengingatkan agar masyarakat dapat mencegah dan mengobati penyakit ini dengan tepat. 

“Kami memberitahu warga terkait cara pencegahan TBC. Penyakit ini dapat dicegah melalui beberapa cara, di antaranya melakukan imunisasi BCG (red, vaksin Bacillus Calmette-Guérin) saat anak usia sebelum dua bulan, menghindari kontak dengan pasien terjangkit TBC, dan memperhatikan sirkulasi udara sekaligus sinar matahari di rumah,” paparnya.

Kalender Minum Obat

Kesembuhan penderita TBC sangat bergantung pada konsumsi obat. Kaila menekankan saat ini solusi terjitu untuk menumpas penyakit ini adalah konsumsi obat-obatan secara teratur. Untuk menjaga konsistensi dalam minum obat, pengidap penyakit TBC memerlukan sebuah alat pengingat harian apakah sudah minum obat atau belum.

Tim KKN-BBK Desa Lamongrejo kemudian mengenalkan sebuah kalender yang berfungsi sebagai pengingat minum obat. Kalender ini juga mencantumkan informasi-informasi penting terkait TBC. Tujuannya agar individu tidak sekadar patuh terhadap jadwal minum obat, tetapi juga memahami TBC secara rinci sehingga proses penyembuhan lebih cepat. 

“Aku sama temen-temen berharap kalender yang kami sampaikan benar-benar diaplikasikan. Kami ingin mereka itu minum obatnya rutin, menjaga kebersihan, serta pola makan, biar TBC ini tidak menular juga,” pungkas Kaila.

Penulis: Selly Imeldha

Editor: Ragil Kukuh Imanto