UNAIR NEWS – Sebanyak 19 mahasiswa Departemen Bisnis Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) ikuti serangkaian kegiatan akademik internasional di Universiti Kuala Lumpur (UniKL), Malaysia. Berlangsung pada Selasa (9/12/2025), kegiatan ini dirancang untuk memperkuat wawasan global mahasiswa melalui Guest Lecture Series dengan diskusi isu-isu strategis ekonomi dan bisnis.
Topik pembahasan sangat relevan dengan perkembangan terkini, mulai dari pariwisata berbasis komunitas, inovasi literasi perpajakan, prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), hingga transformasi industri syariah. Koordinator kegiatan, Arhamu Zafi Arrusyda turut mengungkapkan alasan pemilihan UniKL sebagai mitra kolaborasi.
“UniKL memiliki fokus kuat pada pendidikan terapan dan bisnis yang sejalan dengan bidang studi di Departemen Bisnis FV UNAIR. Selain itu, posisi UniKL di kawasan ASEAN memberikan konteks pembelajaran internasional yang relevan dan mudah dipahami,” ujarnya.
Pemahaman Baru
Ia menambahkan, kegiatan ini tak hanya sekadar kunjungan. Menurutnya, aspek yang paling berdampak adalah kombinasi antara pengalaman akademik dan jejaring internasional. “Lecture Series memberikan pemahaman baru mengenai praktik bisnis dan kebijakan ekonomi di Malaysia. Interaksi dgn mahasiswa UniKL membuka wawasan tentang budaya akademik dan cara berpikir yg berbeda melalui diskusi informal,” jelasnya.
Sebagai koordinator kegiatan, ia juga sangat berharap kegiatan dan kolaborasi FV UNAIR dengan UniKL dapat terus berlanjut. “Jika memungkinkan, kedepannya mungkin bisa mengikuti program lanjutan seperti pertukaran mahasiswa atau joint project akademik yang dapat memberikan pengalaman internasional lebih mendalam lagi,” harapnya.
Kegiatan Relevan
Dosen Pendamping, Vivi Rodliyatuz Zulfa SM MSM mengungkapkan apresiasinya kepada mahasiswa yang terlibat. Ia menuturkan mahasiswa menunjukkan keterlibatan yang positif selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif berdiskusi dan mampu menyampaikan pemikirannya.
“Menurut saya, dari topik yang dibahas dalam lecture series, terlihat bahwa banyak konsep dan praktik yang relevan, karena Indonesia dan Malaysia memiliki latar belakang budaya yang relatif sama. Perbedaan yang muncul lebih banyak berkaitan dengan kebijakan di masing-masing negara, serta konteks institusionalnya,” ucapnya.
Ia juga menyatakan bahwa kegiatan ini relevan dengan pencapaian learning outcomes Departemen Bisnis FV UNAIR. Terlebih lagi, dalam pengembangan komunikasi lintas budaya dan cara mahasiswa berpikir kritis. “Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga bisa belajar melalui interaksi langsung dengan dosen dan mahasiswa luar negeri. Pengalaman ini lah yang dapat memperkuat kompetensi vokasional mahasiswa untuk lebih siap menghadapi dinamika global,” pungkasnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Ragil Kukuh Imanto





