Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FEB UNAIR Sabet Juara I National Economic Case

Tiga mahasiswa program studi Ekonomi Islam FEB UNAIR meraih juara 1 Economic Case (foto: istimewa)
Tiga mahasiswa program studi Ekonomi Islam FEB UNAIR meraih juara 1 Economic Case (foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali torehkan prestasi gemilang. Kali ini, mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) berhasil memperoleh juara I National (NECC) 2025. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya menjadi penyelenggarakan. Tim yang meraih prestasi tersebut bernama Demand, yang terdiri dari Muhammad Nafis, Qheysa Luna Alifa, dan Rizqi Alfy Dzikria, ketiganya berasal dari program studi Ekonomi Islam. 

Tim Demand berhasil melewati seluruh rangkaian, mulai dari tahap penyisihan yakni pengumpulan esai, tahap semifinal berupa pengerjaan studi kasus ekonomi, hingga tahap final yang melibatkan presentasi dan sesi tanya jawab di hadapan dewan juri.

Inovasi Studi Kasus

Salah satu inovasi yang mereka hadirkan ketika babak penyisihan yaitu inovasi EcoForce. Inovasi tersebut merupakan sebuah inovasi pupuk organik berbasis limbah pertanian yang hadir sebagai npenawaran sebagai solusi alternatif bagi ketahanan pangan lokal. Dalam memperkuat validitas data dan solusi, mereka juga turut melakukan observasi lapangan langsung hingga ke Dusun Mojo, Tuban. 

Setelah berhasil melalui berbagai tahapan, tim ini berhasil menuju ke babak semifinal dan final. Pada babak ini, para peserta diminta menyelesaikan permasalahan ekonomi nasional yang sedang menjadi sorotan di tahun 2025. Tim Demand mengangkat isu seputar efisiensi anggaran pemerintah, dengan fokus pada empat subtema, yakni Program Makan Bergizi Gratis, Stimulus Diskon Listrik, Upah Minimum Provinsi, dan Ketahanan Pangan.

“Kami diberikan tugas untuk menjawab dari berbagai sudut pandang mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga perusahaan,” ujarnya Nafis.

Dalam menjawab tantangan tersebut, mereka memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara komprehensif. Tidak hanya memberikan opini, mereka juga menyajikan data aktual sebagai dasar analisis untuk menjawab studi kasus yang diberikan.

“Kita membedah satu persatu case dengan teliti dan menyelaraskan pandangan serta pemahaman, agar menjadi satu kesatuan team yang kompak dalam menyelesaikan dan menjawab pertanyaan,” terangnya. 

Semangat dan Tantangan

Tak hanya itu, Tim Demand ini juga mendapatkan apresiasi dari juri karena semangat dalam penyampaian dan keselarasan serta konsisten mereka. Meski sempat minder karena skor semifinal yang rendah, mereka tetap optimis dan tampil sebaik mungkin di final.

Kendati demikian, di balik pencapaian tersebut, Tim Demand juga menghadapi berbagai tantangan terutama dalam manajemen waktu dan pembagian peran. Aktivitas organisasi dan akademik yang padat menjadi hambatannya, namun dapat mereka atasi berkat komitmen dan semangat bersama. 

“Kami satu kelompok Mempunyai komitmen yang kuat untuk menuntaskan tugas/lomba ini karena bagi kami lomba ini adalah perjuangan kami, kerja keras kami, dan tanggung jawab kami,” tutupnya.

Penulis : Adinda Octavia Setiowati 

Editor : Ragil Kukuh Imanto