UNAIR NEWS – Sebagai fakultas yang mendorong kesiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja hukum, Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan Airlangga Law Career Fair di Aula Lantai 12 Gedung A. G. Pringgodigdo, Kampus Dharmawangsa-B, sebagai ruang temu mahasiswa dengan instansi profesional. Kegiatan ini menghadirkan firma hukum, lembaga publik, dan perusahaan swasta yang membuka akses rekrutmen serta peluang magang. Sekaligus, menyediakan layanan konsultasi karier, CV review, hingga simulasi wawancara untuk membantu mahasiswa memahami standar kompetensi dan dinamika kerja di lingkungan advokasi dan korporasi.
Peluang Dunia Karier
Mahasiswa memenuhi deretan booth sejak sesi awal acara. Perwakilan firma hukum, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta memaparkan jalur magang, posisi pemula, serta standar kompetensi yang dicari perekrut. Berbagai fasilitas seperti career mentoring, photobooth, dan konsultasi instansi yang tujuannya membantu peserta memahami karakter tiap lembaga sebelum menentukan arah lamaran.
Dari sisi penguatan profil, PKKA UNAIR menyediakan layanan CV review guna menata pengalaman secara profesional dan memperbaiki kesalahan teknis yang kerap membuat berkas terlewat. Pendampingan ini dipadukan dengan mock interview, agar mahasiswa dapat cakap untuk masuk dunia kerja. Mahasiswa dapat berlatih menjawab pertanyaan berbasis pengalaman, menjaga bahasa tubuh, dan menunjukkan motivasi karier secara lebih percaya diri.
Seluruh rangkaian fasilitas tersebut menguatkan tujuan utama ALCF tahun ini. Tujuannya yakni membuka akses nyata terhadap peluang kerja dan magang bagi mahasiswa hukum di Jawa Timur. “Kami ingin Career Fair menjadi jembatan bagi mahasiswa memahami kebutuhan industri secara aktual dan memperluas jejaring profesional,” tutur Syifa selaku PIC. Tahun ini, antusiasme meningkat dengan lebih dari 200 peserta dan sembilan instansi yang hadir.
Membangun Karier Advokat
Sesi seminar menghadirkan dua pemateri dari Tan Law Firm, yakni Jennifer dan Daniel. Keduanya membagikan pengalaman praktis mengenai perjalanan membangun karier advokat. Jennifer mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi di bidang hukum. Mahasiswa akan melatih kemampuan analitis, magang di kantor pengacara untuk memahami ritme kerja, serta membangun jaringan melalui organisasi profesional. Ia menegaskan bahwa kesiapan karier perlu bermula sejak mahasiswa masih berada di kampus.
“Tempat paling bagus untuk menanam investasi masa depan adalah masa kuliah,” ujar Jennifer.
Daniel kemudian menyoroti aspek personal yang menjadi penentu seleksi calon advokat. Menurutnya, profesi hukum menuntut manner yang baik, daya tahan terhadap tekanan, serta pola pikir global yang tidak hanya terpaku pada teori. Ia menyebut ketekunan, fleksibilitas, dan konsistensi belajar sebagai fondasi yang menentukan. Daniel juga memina mahasiswa untuk menetapkan target akademik sejak awal karena capaian nilai tetap menjadi bahan pertimbangan besar bagi rekruter.
Penulis: Era Fazira
Editor: Ragil Kukuh Imanto





